FPI: Polisi 'Lembek' Hadapi Tempat Maksiat

Ketua Majelis Tanfidzi Front Pembela Islam (FPI) Sulsel Habib Muhammad Reza mengatakan, alasan FPI

FPI: Polisi 'Lembek' Hadapi Tempat Maksiat
Tribun Timur/Mahyuddin
Sejumlah Anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Polsek Mariso usai melakukan penggeladahan rumah salah satu warga Jl Rajawali, Kelurahan Lembe, Kecamatan Mariso, Selasa (17/5/2011) sore. Kedatangan mereka ke Polsek Mariso untuk menyerahkan barang bukti yang mereka dapatkan ketika menggelah rumah yang diduga lokalisasi. Mereka juga meminta pihak Kepolisian untuk menyegel rumah tersebut

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Majelis Tanfidzi Front Pembela Islam (FPI) Sulsel Habib Muhammad Reza mengatakan, alasan FPI merazia sejumlah tempat yang dianggap sebagai tempat maksiat karena polisi selama ini kurang tegas menindak pemilik tempat itu, termasuk orang yang berbuat maksiat.

Oknum polisi bahkan dinilai ikut mendukung keberadaan tempat maksiat itu dan mengeruk keuntungan dari tempat maksiat tersebut.

FPI lalu menggelar razia dengan alasan lainnya, warga terganggu dengan keberadaan tempat maksiat itu.

Sebagian besar razia FPI diwarnai kericuhan dan pengrusakan. Sebagian warga kemudian melaporkan razia FPI itu ke polisi, namun polisi tidak menindaklanjuti laporan warga tersebut dengan menghentikan razia FPI.

April 2011 lalu Polsekta Ujungpandang memeriksa Habib Muhammad Reza dan Panglima Laskar Jihad FPI Sulsel Abdurrahman setelah seorang warga melapor karena dikeroyok anggota FPI saat FPI merazia waria.

Pada setiap razia FPI, polisi ikut mengamankan, namun tetap saja ricuh. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Muhammad Nur Samsul mengatakan, polisi tidak bisa menghentikan aksi brutal dalam setiap razia FPI dengan alasan jumlah personel minim.

"Sekarang ini massa (FPI) mengalahkan hukum (polisi)," kata Nur Samsul usai meninjau pengamanan unjuk rasa FPI Sulsel di Sekretariat Jamaat Ahamdiyah Sulsel Jl Anuang, Makassar, Jumat (27/5/2011) lalu. Unjuk rasa ini menuntut pembubaran Ahmadiyah.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help