Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Excavator PT PAL Terguling Menewaskan Satu Pekerja

Senin, 30 Mei 2011 20:46 WIB

Excavator PT PAL Terguling Menewaskan Satu Pekerja
honshuenterprises
excavator

Laporan Wartawan Tribun Poontianak, Pionerson

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Operator sebuah excavator milik perusahaan pertambangan PT PAL di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Frans tewas mengenaskan dengan kepala pecah, Minggu (29/5/2011) malam.

Berdasarkan keterangan sejumlah teman sekerja korban di RSUD Agoesdjam Ketapang, korban yang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini
meninggal sekitar pukul 21.30 Wib, tergenjet pintu excavator yang ia kendarai terbalik akibat tanah longsor.

“Saat itu dia (Frans .Red) sedang lembur dan tau-taunya kami mendengar dia sudah meninggal tergenjet eskapator, saat itu kami sedang tidur,” ujar Mandra, teman sekerja korban, Senin (30/5/2011).

Perwakilan PT PAL (kepala rombong korban .Red), Slamet (42) mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30. Frans ketika itu sedang lembur pukul 19.00-22.00 Wib.

Karena tanah yang menjadi tumpuan satu roda excavator dikendarai korban longsor menyebabkan alat berat tersebut terbalik dan pintu kabin mengenjet korban hingga tewas.

“Dia sudah setahun terakhir bekerja di PT PAL sebagai operator, anak istrinya semua di NTT,” kata Slamet.

Pantauan Tribun, hingga pukul 10.00 Wib korban masih berada di kamar mayat RSUD Agoesdjam Ketapang, pihak rumah sakit enggan melakukan visum, lantaran satu pun dari pihak kepolisian hingga saat itu belum ada untuk jadi saksi proses visum. “Dari tadi memang belum diapa-apakan mas, masih menunggu pihak kepolisian,” katanya.

Rencananya, setelah menjalani proses medis di rumah sakit, korban langsung diterbangkan untuk dipulangkan ke NTT. Ironisnya, berdasarkan keterangan sejumlah pekerja yang Tribun temui di rumah sakit tidak ada satupun mereka mengantongi asuransi tenaga kerja.

”Mana ada bang, saya pun tidak ada,” ujar satu di antara pekerja kepada Tribun, ketika ditanya apakah mereka memiliki jaminan keselamtan saat bekerja.

Editor: Alfred Dama

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas