Senin, 29 Desember 2014
Tribunnews.com

SPBU di Meulaboh Masih Jual BBM Gunakan Jeriken

Minggu, 5 Juni 2011 16:48 WIB

SPBU di Meulaboh Masih Jual BBM Gunakan Jeriken
Serambi Indonesia/Dedi Iskandar
SPBU di Meulaboh Masih Jual Minyak dalam Jeriken dari Biro Meulaboh, Aceh Minggu (5/6/2011)

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dedi Iskandar
 
TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, kini masih melayani penjualan bahan bakar minyak (BBM) ke warga yang datang membawa jeriken serta drum dalam jumlah besar.

Meski telah dilarang pemerintah supaya hal itu tak lagi dilakukan, akan tetapi penjualan minyak itu tetap saja terjadi, sehingga sangat rawan penyimpangan serta hal-hal yang tak diinginkan terhadap bahan bakar minyak yang disubsidi oleh pemerintah.

Pantauan Serambi, sejak Jumat dan Sabtu (3-4/6/2011) kemarin pada sejumlah SPBU di Kota Meulaboh, Aceh Barat, para warga yang membeli minyak menggunakan jeriken yang diangkut menggunakan becak bermotor serta mobil pikap itu tetap saja terjadi.

Bahkan transaksi penjualan minyak dalam jeriken dan drum itu dilakukan dengan bebas dan tak menghiraukan aturan yang ada, sehinggga hal itu sangat dikeluhkan oleh masyarakat.

“Maunya pihak terkait segera mengatasi persoalan ini, sehingga warga tak dirugikan dengan penjualan minyak dalam jeriken ini,” ungkap Amir, warga Meulaboh.

Menurutnya, harga bahan bakar minyak yang dijual pedagang pengecer yang bisa dijumpai di setiap sisi ruas jalan di Kabupaten Aceh Barat itu ikut dijual dengan harga tinggi berkisar antara Rp 5.500,- s/d Rp 6.000,- per liter. Padahal harga resmi minyak bensin dan solar di SPBU sebesar Rp 4.500,-/liter.

Karenanya, ia berharap supaya aksi penjualan minyak menggunakan -jeriken dan drum itu segera dihentikan guna menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan, apalagi sangat merugikan masyarakat banyak, harap Amir.

Editor: Alfred Dama

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas