Jumat, 27 Februari 2015
Tribunnews.com

Pengelola Mendata Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sentral

Kamis, 30 Juni 2011 02:19 WIB

Pengelola Mendata Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sentral
Tribun Timur/Abbas Sandji
Sejumlah Warga berusaha menyelamatkan barang dagangannya saat terjadi kebakaran di Pasar Sentral Makassar Mal, Selasa (28/6/2011) dini hari. Kebakaran terus di jinakkan hingga sore hari. (Tribun Timur/Abbas Sandji)

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR- Kepala Pasar Sentral (Makassar Mal), Mansur Dg Nai mengatakan, pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah pedagang yang masih ingin berdagang di lokasi Makassar Mal. "Kami mendata ulang agar bisa memikirkan langkah-langkah selanjutnya lokasi yang akan kami berikan nanti," kata Dg Nai Rabu (29/6/2011).

Pasar Sentral dikelola olah pihak. Untuk pedagang bahan pangan dikelolah oleh pengelola Makassar Mal atau Perusahaan Daerah (Perusda) Pasar Kota Makassar. Sedangkan untuk pedagang sandang atau pakaian dan bahan pakaian dikelola oleh investor PT Anugrah Bahana.

Proses pendataan pedagang sandang mulai dilakukan pihak asosiasi. Siang kemarin, ratusan pedagang mendatangi rumah Ketua Asosiasi Pedagang Makassar Mall, M Sahib, untuk mendaftarkan lapak mereka.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga sudah memerintahkan pengelola pasar agar mengutamakan pengadaan pasar darurat atau penampungan sementara bagi para pedagang.

"Harus ada langkah darurat agar para pedagang bisa beraktivitas kembali. Camat memang sudah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan pengelola pasar," kata Ilham.

Kumpulkan Barang Sejumah pedagang yang masih sempat menyelamatkan sebagian barang daganannya masih menumpuk barang tersebut dengan memasukkan ke dalam karung.

Barang tersebut dijaga oleh karyawan atau kerabat masing- masing. Menurut beberapa pedagang, mereka terpaksa begadang menjaga barang tersebut. "Inilah yang bisa diselamatkan. Mudah-mudahan masih bisa laku di lokasi penampungan pasar darurat," kata seorang pedagang busana wanita.

Halaman12
Editor: Yudie Thirzano
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas