Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Pengelola Mendata Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sentral

Kamis, 30 Juni 2011 02:19 WIB

Pengelola Mendata Pedagang Korban Kebakaran Pasar Sentral
Tribun Timur/Abbas Sandji
Sejumlah Warga berusaha menyelamatkan barang dagangannya saat terjadi kebakaran di Pasar Sentral Makassar Mal, Selasa (28/6/2011) dini hari. Kebakaran terus di jinakkan hingga sore hari. (Tribun Timur/Abbas Sandji)

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR- Kepala Pasar Sentral (Makassar Mal), Mansur Dg Nai mengatakan, pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah pedagang yang masih ingin berdagang di lokasi Makassar Mal. "Kami mendata ulang agar bisa memikirkan langkah-langkah selanjutnya lokasi yang akan kami berikan nanti," kata Dg Nai Rabu (29/6/2011).

Pasar Sentral dikelola olah pihak. Untuk pedagang bahan pangan dikelolah oleh pengelola Makassar Mal atau Perusahaan Daerah (Perusda) Pasar Kota Makassar. Sedangkan untuk pedagang sandang atau pakaian dan bahan pakaian dikelola oleh investor PT Anugrah Bahana.

Proses pendataan pedagang sandang mulai dilakukan pihak asosiasi. Siang kemarin, ratusan pedagang mendatangi rumah Ketua Asosiasi Pedagang Makassar Mall, M Sahib, untuk mendaftarkan lapak mereka.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga sudah memerintahkan pengelola pasar agar mengutamakan pengadaan pasar darurat atau penampungan sementara bagi para pedagang.

"Harus ada langkah darurat agar para pedagang bisa beraktivitas kembali. Camat memang sudah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan pengelola pasar," kata Ilham.

Kumpulkan Barang Sejumah pedagang yang masih sempat menyelamatkan sebagian barang daganannya masih menumpuk barang tersebut dengan memasukkan ke dalam karung.

Barang tersebut dijaga oleh karyawan atau kerabat masing- masing. Menurut beberapa pedagang, mereka terpaksa begadang menjaga barang tersebut. "Inilah yang bisa diselamatkan. Mudah-mudahan masih bisa laku di lokasi penampungan pasar darurat," kata seorang pedagang busana wanita.

Menurutnya, dia masih sempat menyelamatkan sebagian barangnya di lantai satu karena cepat tiba di lokasi. Sementara sejumlah pedagang di sekitarnya yang terlambat datang tak bisa lagi menyelamatkan dagangannya.

Sementara M Sahib mengatakan, pihaknya masih terus mendata kerugian yang dialami oleh para pedagang di Pasar Sentral. Apalagi, sebagian pedagang mengaku baru saja mengiri los mereka dengan barang dagangan yang dipesan dari Jakarta, terutama untuk pakaian.

Musibah kebakaran di Pasar Sentral ini adalah yang kedua terbesar dalam satu tahun terakhir. Pada akhir tahun lalu, salah satu pusat grosir tekstil dan pakaian di Indonesi timur, Pasar Butung juga dilalap api.

Namun api hanya menghanguskan bagian dalam pasar sementara los yang yang berada di pinggir tidak sempat terkena semburan si jago merah.

Editor: Yudie Thirzano
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas