• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribunnews.com

Jaksa di Medan Diduga Petieskan Kasus Penganiayaan

Senin, 4 Juli 2011 14:51 WIB
Jaksa di Medan Diduga Petieskan Kasus Penganiayaan
IST
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arifin Al Alamudi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kasus penganiayaan yang dialami Paiman Hutabarat, warga Jalan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat hingga kini tak ada tindaklanjutnya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi sejak 2009 lalu namun belum juga menunjukkan titik terang.

Paiman adalah korban penganiayaan yang dilakukan Samsul Bahri, Punak Simorangkir dan Edison.

Ketiga tersangka adalah tetangga Paiman. Akibat penganiayaan yang terjadi dua tahun lalu, Paiman mengalami cacat seumur hidup.

Siska Sinaga, istri Paiman merasa keberatan dengan tindakan Kejari dan PN Medan, yang lamban memproses tindakan penganiayaan yang dialami suaminya.

Hal itu diungkapkan Siska yang didampingi pengacaranya Erwin Sinulingga, saat di temui di Pengadilan Negeri Medan, Senin (4/7/2011) siang.

Siska mengatakan bahwa perkara penganiayaan terhadap suaminya, menurut informasi dari kejaksaan telah dinyatakan P21, namun hingga kini kasusnya masih terombang-ambing dan tidak jelas.

Pasalnya sidang untuk perkara tersebut belum sekalipun digelar.

Sementara, Erwin Sinulingga mengatakan pihaknya telah menghubungi staf Kejaksaan Negeri Medan bagian umum, dan mereka mengatakan bahwa berkasnya telah tersimpan digudang dan akan diperiksa kembali.

Sementara itu, Kasi Pidum yang coba dikonfirmasi ,elalui telepon, ternyata tidak dapat dihubungi.

Siska dan penasihat hukum suaminya berharap kasus penganiayaan Paiman segera disidangkan, agar ada kepastian hukum. Sehingga pelaku penganiayaan suaminya tidak bebas berkeliaran dan menghirup udara bebas.

Penganiayaan yang dialami Paiman terjadi 24 Juli 2009 di Jalan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.

Tidak hanya Paiman yang menjadi korban pada peristiwa tersebut, namun Elyas Nadeak, rekan Paiman juga menjadi korban. Elyas tewas akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Samsul Bahri, Punak Simorangkir, dan Edison. Sementara Paiman mengalami cacat seumur hidup.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
134318 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas