• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Perjaka Tua Gantung Diri di Sanggau

Senin, 11 Juli 2011 22:25 WIB
Perjaka Tua Gantung Diri di Sanggau
Tribun Pontianak/Slamet Bowo Santoso
Keluaga dan kerabat korban saat menurunkan jenazah korban

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Slamet Bowo Santoso

TRIBUNNEWS.COM, SANGGAU - Mengalami sakit pada bagian dada sejak beberapa tahun terakhir dan menanggung hutan senilai Rp 3 juta.

Mengantarkan seorang perjaka tua di Dusun Kedukul Desa Kedukul Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau Purdadi (34) ini mengakhiri hidup dengan cara yang tragis, yakni gantung diri di rumah kedua orang tuanya di wilayah tersebut.

Menurut kapolsek Mukok Ipda Budi Hartono Purdadi ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar rumah milik kedua orang tuanya sekitar pukul 6.00 WIB.
Tergantung menggunakan tali berbahan plastik, ditemukan pertama kali oleh kakek korban Abdul Majid (80) dan ibu korban Delima (63) sebelum akhirnya dilaporkan kepada kepolisian.

“Pada saat itu ditemukan kertas bertuliskan beberapa pesan yang kemungkinan dituliskan oleh Purdadi sendiri sebelum gantung diri. Dalam kertas tersebut dirinya meminta pihak keluarga membayarkan hutangnya sebanyak Rp 3 juta kepada seseorang bernama Konsun,” ujar Ipda Budi Hartono kepada Tribun, Senin (11/7/2011).

Setelah diturunkan dari tempatnya tergantung dikatakan Budi Hartono, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani visum. Dari ciri-ciri yang terdapat pada tubuh korban, maka dapat disimpulkan korban murni meninggal akibat gantung diri. Karena tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuhnya.

“Ciri-ciri lain yang memperkuat dugaan bahwa korban gantung diri seperti lidah dalam kondisi terjulur, pada bagian leher mengalami lebam akibat jeratan tali, keluar cairan dari kemaluan dan keluar kotoran pada bagian anus. Selain itu kita juga sudah meminta keterangan dari pihak keluarga terkait keseharian korban ini,” ungkapnya.

Dari ibu korban dikatakan Budi Hartono diketahui bahwa Purdadi pernah mengalami luka cukup serius pada bagian dada yang menyebabkanya sering mengeluh pada bagian tersebut.

Luka tersebut menurut pihak keluarga  diakibatkan oleh hantaman kayu beberapa tahun yang lalu ketika Purdadi sedang pergi kedalam hutan.

“Jadi kemungkinan besar faktor sosial, karena hingga usianya yang sudah menginjhak 34 tahun belum memiliki istri serta sakit yang dialaminya selama ini membuatnya melakukan perbuata nekat dengan gantung diri tersebut.  Terlebih ada surat yang dibuat oleh korban sebelum meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Budi Hartono.

Korban gantung diri Purdadi dikatakan  Budi Hartono langsung dimakamkan oleh kedua orang tuanya sekitar pukul 12.00 WIB. Atau sekitar enam jam setelah ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya tersebut.

Editor: Alfred Dama
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
136880 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas