Jumat, 22 Mei 2015
Tribunnews.com

Ratusan Nelayan Tringgadeng Pidie Jaya Minta Kuala Dikeruk

Senin, 25 Juli 2011 18:34 WIB

Ratusan Nelayan Tringgadeng Pidie Jaya Minta Kuala Dikeruk
polri.go.id
Ilustrasi Kapal Nelayan

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Idris Ismail

TRIBUNNEWS.COM, MEUREUDU - Ratusan nelayan di Kecamatan Tringgedeng, Pidie Jaya, Aceh meminta pemerintah setempat untuk melakukan pengerukan kuala Tempat Pendaratan Ikan (TPI) karena sejak puluhan tahun dibiarkan dangkal.

Panglima laot Lhok Kecamatan Tringgdeng, Pidie Jaya, Abdul Thalib (54)  kepada Serambinews.com, Senin (25/7/2011) mengatakan, kondisi dangkalnya kuala TPI ini telah berlangsung  puluhan tahun terlebih saat bencana tsunami pada Desember 2004 lalu sangat  diperparah.

"Akibatnya, para nelayan khususnya boat berkekuatan mesin 30 Grosston (GT) terpaksa menghentikan  dilaut lepas saat membongkar hasil tangkapan dengan melansir dengan bantuan boat jenis labi-labi,"sebutnya.

Yang jelas, dengan kondisi tersebut secara perhitungan ekonomi telah menambah beban bagi para nelayan terutama untuk membayar biaya pengakutan ke TPI.

Sebenarnya, lanjut Abdul,  keluhan ini telah disampaikan oleh para nelayan Kecamatan Tringgadeng kepada instansi terkait khususnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Pidie Jaya.

"Tapi sampai kini belum ada tanggapan sama sekali dan kami minta keluhan ini agara dapat direspon segera,"pintanya.

Halaman12
Editor: Alfred Dama
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas