• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Kebijakan Bupati TTU Mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar

Jumat, 5 Agustus 2011 00:10 WIB
Kebijakan Bupati TTU Mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar
Kompasiana
Ilustrasi pelajar di Kabupaten TTU saat ke sekolah

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

TRIBUNNEWS.COM, KEFAMENANU - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di  Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (03/08/2011) mengadukan Bupati TTTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt  ke Komisi C DPRD TTU.

Pengaduan sejumlah LSM ke DPRD TTU itu terkait kebijakan Bupati Raymundus memutasikan ratusan guru di daerah itu.  Pasalnya, akibat mutasi tersebut proses belajar mengajar di sekolah terganggu dan hak-hak anak dirugikan.

Damianus Kenjam dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA ) TTU mengatakan,  akibat mutasi ini anak-anak dirugikan karena proses balajar di sekolah terganggu.

“Dari mutasi kemarin 48 persen itu punya dampak negative terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Karena ada banyak kepala sekolah diturunkan statusnya jadi guru bantu, tidak hanya di sekolah itu tapi dipindahkan ke sekolah yang cukup jauh. Dan ini otomatis berpengaruh pada proses belajar mengajar,” ujar Kenjam.

Karena itu Damianus  mendesak DPRD setempat segera memanggil Bupati Raymundus untuk dimintai penjelasannya terkait mutasi itu.

Sebelumnya, akhir Juli kemarin Bupati Timor Tengah Utara, NTT Raymundus Sau Fernandez memutasi lebih dari 150 orang guru di wilayah itu.

Sebagian besar guru yang dimutasi itu adalah kepala sekolah dan pengawas. Mutasi itu disinyalir sarat kepentingan politik.

Sejumlah LSM Peduli Hak Anak di TTU ini tiba di Gedung DPRD TTU sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka diterima Ketua Komisi C DPRD TTU, Antonius Lake dan sejumlah anggota Komisi C dan beberapa anggota Komisi A.

Ketua Komisi C, Antonius Lake dalam pertemuan itu, mengatakan, Komisi C dan Komisi A DPRD akan menindaklanjuti pengaduan dari sejumlah tersebut dengan melakukan uji petik ke sekolah-sekolah tempat para guru dimutasi.

Setelah uji petik, kata Lake, baru DPRD akan meminta penjelasan Bupati Raymundus dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) TTU.

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas