Senin, 27 April 2015
Tribunnews.com

Truk Angkut Dilarang Beroperasi Jelang Lebaran

Sabtu, 6 Agustus 2011 04:20 WIB

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Truk pengangkut barang dilarang untuk beroperasi pada H-4 Lebaran (26 Agustus) sampai H+1 (31 Agustus). Larangan itu dikeluarkan agar arus mudik berlangsung lancar. Pengecualian diberlakukan untuk truk pengangkut logistik dan bahan bakar.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dicky Saromi, larangan tersebut sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No SK.2679/AJ.307/DRJD/2011 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2011.
"Suratnya sudah keluar. Truk dilarang beroperasi. Kecuali yang mengangkut logistik makanan dan minuman serta truk pengangkut bahan bakar," katanya di Gedung Sate, Jumat (5/8/2011).

Dicky mengatakan, kendaraan angkutan barang yang dilarang beroperasi adalah kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, kontainer, dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

Dikatakannya, hal itu dalam rangka peningkatan pelayanan dan kelancaran arus lalu lintas pada masa angkutan Lebaran tahun 2011 sehingga perlu pengaturan lalu lintas dan angkutan barang. Pengaturan mulai diberlakukan pada 23 Agustus (H-7) pukul 00.00 sampai 7 September (H+7) pukul 00.00.

"Surat tersebut sudah ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso tertanggal 29 Juli 2011," katanya.

Dicky mengatakan, untuk mendukung kelancaran pada masa angkutan Lebaran tahun 2011, jembatan timbang di seluruh Indonesia tidak boleh dioperasikan dan dialihfungsikan menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Waspadai Rambu Minim
Di tempat yang sama, anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Barat, HM Qudrat Iswara, mengimbau kepada para pemudik untuk berhati-hati melintasi jalan provinsi karena jalur ini minim penerangan dan rambu lalu lintas.

Halaman12
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas