• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Ditanya Mobil Dinas Baru, Kapolda Sumut Marah-Marah

Jumat, 19 Agustus 2011 23:26 WIB
Ditanya Mobil Dinas Baru, Kapolda Sumut Marah-Marah
TRIBUN MEDAN / FERIANSYAH
Mobil dinas baru Kapolda Sumut

Laporan Wartawan Tribun Medan,Feriansyah Nasution

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Wisjnu Amat Sastro marah-marah saat beberapa wartawan mencoba mewawancarainya. Kepada salah seorang wartawan media cetak terbitan Medan, Wisjnu sempat mempertanyakan identitasnya.

"Kamu wartawan mana, mana kartu wartawanmu," ujar Wisjnu meminta wartawan itu memperlihatkan identitasnya, Jumat (19/8/2011) di Mapolda Sumut.

Kapolda mengingatkan kepada wartawan, bahwa di Polda Sumatera Utara, ada struktur kerja organisasi yang mempunyai kewenangan dan tugas masing-masing.

"Kenapa harus saya yang kalian temui. Ini kan ada struktur organisasi, ingat lho, jadi kalau ada humas ya humas, nanti kalau enggak dikasih laporkan ke saya. Saya banyak kerjaan, bukan kalian saja. Itu di ingat baik-baik. Jadi, jangan harus saya," ujar Wisjnu dengan nada tinggi.

Sembari berbicara, wartawan yang ia minta menunjukkan identitasnya pun memberikan surat tugasnya sebagai wartawan di Unit Polda Sumut.

"Mana kau punya, soalnya banyak wartawan-wartawan enggak jelas," kata Wisjnu, sembari melihat secarik kertas yang ditunjukkan wartawan dari salah satu media cetak.

"Ini kalian cek, kalau nggak jelas kasih keluar. Coba tenggok mulainya bulan Agustus, berarti baru ini kan. Harusnya punya kartu, lain kali saya nggak akan layani, tolong dicek ya," ujar Wisjnu memerintahkan pada anggota Provost yang mendampinginya.

Wartawan Tribun yang persis berada disebelah kiri wartawan itu, juga sempat memperlihatkan ID Card tugasnya kepada Kapolda. Namun Kapolda tak mau melihatnya.
"Nggak usah," ujar Wisjnu.

Wisjnu menyebutkan, banyak wartawan enggak jelas dan kerjanya menakut-nakuti.

"Saya nggak takut,ku cari kalian kalau macam-macam. Sama kita anak Medan, aku juga anak Medan. Sampai ke lobang semut saya cari kau, saya lepas pangkat saya, saya cari kamu. Itu lho, jadi mari kita sama-sama saling menghargai," ujar Wisjnu yang mengarahkan wajahnya pada semua wartawan yang berada disitu.

Wisjnu sempat menggeluarkan dompetnya dan menunjukkan identitasnya pada wartawan.

"Saya kasih contoh, saya juga ada KTP, SIM, KTA, lengkap ini. Karena banyak sekarang Polisi gadungan, wartawan juga ada gadungan," kata Wisjnu yang mengenakan baju kaos hitam berkerah. Namun, tak lama berselang, Wisjnu tampak mulai mau diwawancarai.

"Mau tanya apa?," tanya Wisjnu.Setelah panjang lebar menjelaskan terkait bantuan mobil dan sepeda motor dinas, termasuk mobil dinas baru yang akan ia gunakan.

Wartawan kemabil mempertanyakan seputaran kasus yang melibatkan anggotanya, yakni kasus penipuan Rp 3,5 M, yang dilaporkan seorang wanita bernama OK Elvindri alias Nona.Mendengar pertanyaan itu, Wisjnu kembali menjawab dengan nada tinggi.

"Sekarang ku tanya sama kalian baik-baik, banyak masalah orang lain, kenapa tidak ditanya. Kok, Polisi kalian tanya saja," ujar Wisjnu sembari menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. "lagi saya periksa, kita periksa kok" katanya.

Ialu Wisjnu kembali menyebutkan, Kalau instansi lain berbuat begitu, misalnya TNI. Dia sempat menantang wartawan "Berani kalian, kalau ada instansi lain buat gitu, selain Polisi, berani kalian. Jadi, jangan Polisi yang kalian cari-cari saja. Tolong jangan kita ini terus di desak. Kecuali saya enggak kerja, ini kan kita lagi periksa," ujar Wisjnu kembali dengan nada tinggi.

"Mari sama-sama kita equal, kalau kau memang mencari berita untuk membangun bangsa ini sama kan semua, itu loh. Ini apa dikit, Polisi. Tadi saja kalian kejar saya terus buru-buru. Kalau kau memang niat membangun bangsa ini, ya semua kau tanyakan. Tanya kan sama TNI, tanya dengan Marinir, apa yang sudah di buat. Saya tantang kalian," ujar Wisjnu, sembari mengucapkan nada-nada nasehat.

"Jadi tolonglah, seolah-olah Polisi ini nggak berguna lagi dengan masyarakat," kata Wisjnu mengakhiri.

Tak lama, seorang anggota Provost keluar menemui wartawan yang identitasnya sempat diminta Kapolda.

"Mungkin karena baru kau disini, nggak kenal Pak Kapolda. Lagian, tadi masak kau nelpon kawan-kawan mu yang lain dibelakang Kapolda. Kan nggak enak rasanya," ujarnya sambil tersenyum.

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
6 KOMENTAR
151478 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Manotar Tampubolon-Jumat, 21 Februari 2014 Laporkan
    Dua2 nya memang harus diperiksa baik wartawan maupun KAPOLDANYA. Wartawan harus dilengkapi identitas dan KAPOLDA gak perlu marah2 kalau wartawan mencari informsi, kalau seorang Kapolda susah untuk dimintai keterangan/informasi, perlu dipertanyakan mengapa begitu dan ada apa dibalik itu. Wartawan punya hak untuk mempertanyakan seputar kasus yg sdh pernah dilaporkan serta perkembangannya. Ternyata masih ada POLISI SEPERTI ITU YG SANGAT ARROGAN................JANGAN UCAPKAN KATA-KATA SAYA CARI SAMPAI LOBANG SEMUT, ANDA JUGA BERHAK DICARI WARTAWAN/MASYARAKAT SAMPAI KELOBANG SEMUT SEKALIPUN BILA TDK BECUS KINERJAMU.
  • Polin-Selasa, 23 Agustus 2011 Laporkan
    Memang wartawan suka seenaknya, ga tau sopan santun. Mentang2 skrg jaman informasi gampang, mereka jd ngerasa berkuasa sekali, banyak jg teman2 saya yg "diperah".. Ckckck ga jauh beda kalian..
  • Ebit-Senin, 22 Agustus 2011 Laporkan
    Memang terkadang byk wartawan yg nggak tau etika juga... Tidak melihat waktu, tata krama.... Saling jaga dan menghargai oranglah....
  • MAYA ANGELICA-Sabtu, 20 Agustus 2011 Laporkan
    Orang begini kok bisa jadi Kapolda yak ?????
  • andre-Jumat, 19 Agustus 2011 Laporkan
    Pemimpin itu harus mempunyai kecerdasan emosional juga, bukan marah kalau ditanya tentang hal negatif tentang institusinya... Sekarang kan jamannya keterbukaan, ngapain harus takut mengungkapkan kebenaran... Salam
  • natanael tagrigan-Jumat, 19 Agustus 2011 Laporkan
    ku malu punya kapolda seperti kamu. Dan ku sangat kecewa melihat sikap mu yang arogan. Sadar dong bung, kalau polisi nangkap pelaku 303 pasti si pelaku keberatan, dan kalau ditanya alasan polisi menangkap pelaku tindak pidana, maka pasti jawaban anda karn
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas