• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

Biaya Nikah Mahal, Warga Pilih Nikah Siri

Sabtu, 20 Agustus 2011 03:47 WIB

Laporan wartawan Tribun Jambi, Edi Januar

TRIBUNNEWS.COM, KERINCI - Biaya nikah di Kabupaten Kerinci mencapai Rp 500 ribu. Padahal pemerintah sudah menetapkan biaya nikah di kantor urusan agama (KUA) hanya Rp 30 ribu.

"Biaya nikah di tempat kami sangat mahal, sehingga memberatkan warga, terutama mereka yang kurang mampu,” ungkap Jon, warga Pengasi, Kecamatan Batang Merangin, kepada Tribun, Jumat (19/8/2011).

Menurutnya, biaya yang diminta petugas pun bervariasi, mulai Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu. Biaya itu di luar dana yang diminta pihak desa, seperti uang adat, dan berbagai bentuk dana lainnya.

 Banyak warga yang enggan menikah secara resmi, karena tidak mampu mengeluarkan uang untuk biaya pembuatan surat nikah, apalagi surat nikah dianggap tidak penting bagi sebagian masyarakat,” katanya.

Warga lainnya, Edi, mengaku harus membayar mahal saat mengurus surat nikah, padahal saat menikah ia sudah mengeluarkan uang cukup banyak.  Untuk urus surat nikah saja saya bayar Rp 180 ribu, belum lagi biaya saat nikah,” sebutnya.

Edi berharap pemerintah bisa menyesuaikan biaya nikah sesuai tarif yang sudah ditetapkan.  Kalau biaya nikah hanya Rp 30 ribu, saya yakin tidak ada lagi warga yang mau nikah siri,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya. Warga mengaku mahalnya biaya menikah, menjadi salah satu penyebab semakin populernya nikah siri, terutama di daerah-daerah pinggiran, yang warganya hanya sibuk mengolah lahan pertanian.
 Bagaimana kami bisa membuat surat nikah, kalau biayanya sangat mahal. Kami tidak butuh surat nikah kalau hanya tinggal di ladang, karena tidak ada persyaratan apapun yang minta surat nikah,” jelasnya.

Warga juga mengaku membutuhkan surat nikah saat ingin berangkat ke Malaysia, itupun banyak yang tidak menggunakan surat nikah, karena menggunakan dokumen resmi.  Kami tidak butuh surat nikah kalau tidak ke Malaysia,” ungkap warga yang enggan namanya disebutkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kerinci, Pahyatmir, ketika dikonfirmasi belum mau berkomentar. Ia mengaku akan mengumpulkan kepala KUA terlebih dahulu.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
151514 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas