Minggu, 28 Desember 2014
Tribunnews.com

Peserta Jamsostek Diminta Melakukan Heregistrasi

Senin, 22 Agustus 2011 22:53 WIB

Peserta Jamsostek Diminta Melakukan Heregistrasi
Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo
Ilustrasi tenaga kerja

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - PT Jamsostek telah beberapa kali  mengalami kebobolan penyaluran dana Jaminan Hari Tua (JHT). Hal tersebut disampaikan oleh Prabowo, Manager Cabang PTJamsostek Balikpapan.

"Sudah ada beberapa kasus. Ada orang yang melakukan klaim dana JHT, padahal dana tersebut bukan miliknya," ungkap Prabowo. Hal tersebut terjadi karena selama ini data peserta jamsostek kurang detail sehingga rawan pemalsuan identitas. "Ada kasus seperti itu, sudah beberapakali terjadi," katanya di Balikpapan, Senin (22/8/2011).

"Selama ini yang terdata oleh kami sangat sederhana, hanya nama pekerja, nomor kartu dan keterangan lahir. Ini kan rawan dengan pemalsuan, jadi ada yang mengaku bernama X mengambil JHT, begitu kita bayarkan ternyata beberapa waktu kemudian ada pemilik JHT yang asli mengklaim," ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya kasus serupa, pihak PT Jamsostek meminta kepada peserta untuk melakukan pendaftaran ulang. "Kita ada program yang sudah berjalan setahun lebih, dari Agustus tahun lalu kita buat herigisterasi atau pendataan ulang," kata Prabowo.

Para peserta Jamsostek diminta untuk mengisi formulir yang isinya delapan kolom yang wajib di isi, di antaranya nama, tanggal lahir, bulan tahun, nama ibu kandung, nomor identitas, jenis kelamin alamat, susunan keluarga, tanda tangan dan cap jempol.

Bagi para peserta Jamsostek yang bekerja, formulir tersebut dikirimkan ke masing-masing perusahaan. "Formulir tersebut kita bagikan ke masing-masing perusahaan untuk di isi kemudian dikirim kembali ke jamsostek," jelasnya.

Menurutnya, saat ini di Kota Balikpapan baru sekitar 70 persen yang telah melakukan heregistrasi.  "Masih kurang 30 persen atau sekitar 36.000 peserta Jamsostek yang belum melakukan registrasi ulang," kata pria bertubuh tegap ini.

PT Jamsostek menargetkan pendaftaran ulang akan tercapai 100 persen pada akhir bulan. "Kita harapkan selesai lebaran sudah selesai, kita hubungi perusahaan-perusahaan yang belum mengembalikan formulir," ujarnya.

Data-data yang diperoleh dari peserta Jamsostek tersebut dimasukkan dalam database.  "Jadi pada saat mengajukan klaim akan ditanya data lengkapnya, misal nama ibu, nama saudara sehingga memperkecil kemungkinan pemalsuan identitas," tandasnya.

Editor: Paulus Burin
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas