• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Kejati Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Gernas Kakao Luwu

Selasa, 23 Agustus 2011 20:53 WIB
Kejati Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Gernas Kakao Luwu
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Pro-Kakao) tahun anggaran 2009 di Kabupaten Luwu.

Mereka yang dijadikan tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, Bambang dan rekanan proyek Direktur PT Koya Coorporation, Ismail.

Diketahui, saat ini Bambang menjabat Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Luwu.

Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sulsel, Muh Ahsan Tamrin kepada sejumlah awak media di kantor Kejati Sulsel Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Selasa (23/8/2011), mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan hasil penyidik tim Pidana Khusus Kejati Sulsel bekerjasama dengan tim dari Kejari Belopa.

"Penetapan tersangka berdasarkan penyidikan serta keterangan sejumlah oknum yang saat menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu," terang mantan Kasi Pidsus Kejari Polman ini.

Penetapan tersangka ini dibenarkan Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Amirullah yang dihubungi Tribun secara terpisah.

Menurutnya, penetapan tersangka sudah memenuhi unsur subjektif dan objektifnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik.

Dalam penyidikan tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belopa serta tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah memeriksa 96 ketua koptan (kelompok tani) untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum lain dalam kasus ini.

Proyek Gernas Pro-Kakao beranggaran Rp15 miliar dari APBN 2009. Kerugian negara dari penyimpangan proyek ini ditaksir mencapai Rp 5 miliar.

Berdasarkan hasil penyidikan kasus ini ditemukan kekurangan volume pekerjaan sekitar 360.000 pohon kakao yang belum ditanami.

Total bibit proyek ini 2 juta pohon. Penyimpangan lainnya, realisasi pekerjaan proyek di lapangan tidak sesuai kontrak karena ditemukan ribuan bibit kakao tidak mengikuti proses sambung samping.

Proyek Gernas Pro-Kakao 2009 meliputi tiga jenis item pekerjaan, yaitu peremajaan, rehabilitasi, dan intensifikasi.

Amirullah menambahkan, tidak menutup kemungkinan dalam kasus ini tersangkanya akan terus bertambah seiring dengan hasil-hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
152870 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas