• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Siswi Kelas III SMP Tewas Gantung Diri

Selasa, 30 Agustus 2011 21:04 WIB
Siswi Kelas III SMP Tewas Gantung Diri
Pos Kupang/Thomas Duran
Dokter sedang melakukan visum terhahdap koran gantung diri.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Thomas Duran

TRIBUNNEWS.COM, TIMOR TENGAH SELATAN - Junri Ottu (14), siswi kelas III SMP Kristen 2 SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT  ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya. Sehelai kain melilit leher perempuan ini saat beberapa saudaranya menemukan, Selasa (30/8/2011).

Korban sempat dilarikan ke UGD RSUD SoE untuk mendapatkan pertolongan namum sia - sia. Nyawanya tak tertolong. Sampai saat ini motif kematian korban belum diketahui.

"Korban sempat dibawa ke UGD oleh saudara - saudaranya pukul 14.00 Wita karena badannya masih hangat, namun setelah diperiksa  sudah tak bernyawa. Korban sudah meninggal di tempat kejadian perkara (TPK)," kata dokter piket, dr. Kresnawati saat melakukan visum luar di ruang mayat RSUD SoE, Selasa (30/8/2011).

Menurut, Kresnawati korban meninggal akibat jeratan kain yang menutup jalan pernapasan. Hasil otopsi luar, lidah korban tidak menjulur keluar dan tidak ada cairan dari vagina serta kotoran dari anusnya.

"Yang ada hanya air kemi. Saat di UGD juga ada bekas lilitan di leher seperti tali dan bekas terbakar di rahang kanan," katanya.

Menurut Kresnawati, umumnya orang meninggal gantung diri adalah lidah menulur keluar, cairan keluar dari vagina dan anusnya terbuka hingga mengeluarkan kotoran.

Disaksikan Pos Kupang, Selasa (30/8/2011), visum luar ini melibatkan Kaur Identifikasi Polres TTS, Bripka Laurens Jehau dan anggota Brigpol Janris Tlonaen bersama anggota intel.

Turut hadir Kasat Reskrim, AKP Suprihatiyanto dan puluhan keluarga serta kedua orangtuanya menunggu di luar kamar mayat. Kedua orangtuanya sangat terpukul atas kematian anak mereka dan dan terus meneteskan air mata.

Kakak Korban, Siprianus Ottu dan Jenri Ottu (18), menuturkan saat kejadian korban sendiri di rumah. Kedua orangtua mereka berada di kebun.

"Saya masuk bersama kakak, Aproanus Ottu dan Jitro Ottu menemui korban dalam keadaan tergantung. Karena panik dan ingin menyelamatkan dia, kami langsung turunkan dan melarikan ke UGD tetapi sia - sia karena ia sudah tak bernyawa lagi," kata Siprianus.

Menurut Jenri, sudah beberapa hari adik mereka ini tidak banyak bicara, jika disuruh pun diam - diam langsung melakukannya. Kami heran karena tidak biasanya. Kami tahu dia tidak ada persoalan," katanya.

Kakak ipar korban, Resi Radja mengatakan, pada Selasa pagi sekitar pukul 7.30 Wita korban ke rumah mereka yang berjarak kurang lebih 15 meter dan menciumnya. Ia mengatakan pamit karena hendak ke pasar.

"Saya merasa aneh karena tidak biasanya. Saya baru tahu korban gantung diri sekitar pukul 13.00 Wita saat keluarga menangis dan berteriak. Saya langsung masuk dan menyuruh mereka melarikan ke UGD untuk mendapat pertolongan," katanya.

Editor: Paulus Burin
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
155244 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas