Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

RSUD Landak Dapat Predikat RS Kematian

Kamis, 22 September 2011 15:52 WIB

RSUD Landak Dapat Predikat RS Kematian
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dasa Novi Gultom

TRIBUNNEWS.COM, LANDAK - Kesulitan keuangan dan tenaga medis yang kurang memadai berpengaruh pada citra RSUD Landak, Kalbar.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Landak, Kamis (22/9/2011), bersama Diskes dan RSUD Landak, Direktur RSUD Landak, dengan pahit menyatakan pusat kesehatan tersebut mendapat predikat rumah sakit kematian oleh masyarakat.

"Akhirnya image RSUD Landak menjadi jelek, pusat kematian, sangat buruk sekali. Begitu rumitnya masalah di rumah sakit," aku Direktur RSUD Landak, Krisman, di hadapan Anggota Komisi C.

Minimnya keuangan bagi kebutuhan obat dan kurangnya dokter spesialis, mengakibatkan penanganan kasus menjadi lamban.

Menjadikan RSUD Landak sebagai pusat rujukan Jamkesda, lanjut dia, tak sesuai dengan kemampuan rumah sakit.

"Rumah sakit sebagai pusat rujukan, ketika SDM dan sarana sudah standar. Kita baru miliki spesialis penyakit dalam, jadi terbatas menerima rujukan," kata Krisman.

Meski demikian, direktur RSUD menyatakan tetap berupaya menerima rujukan pasien Jamkesda. "Rumah sakit siap terima pasien jamkesda, tapi kami tak bisa jalan sendiri, harus ada solusi bersama," tutur Krisman.

Dia menjelaskan, untuk 2010, RSUD melayani 331 pasien Jamkesda, dengan klaim Rp 314 juta, namun baru dibayar Rp 221 juta sehingga masih tersisa Rp 93 juta yang belum terbayar.

Sedangkan pada 2011 ini, sejak Januari-Agustus, rumah sakit belum menerima pembayaran klaim jamkesda, dengan perkiraan klaim sekitar Rp 200 juta.

"Karena pengadaan obat dan barang habis pakai berdasarkan klaim. Jika klaim macet, otomatis RSUD menggunakan biaya rutin. Sampai kapan kami mampu bertahan. Inilah kondisi di rumah sakit," papar Krisman.

Sementara untuk program Jamkesmas, ia menyatakan tak ada hambatan. Karena terdapat database peserta, sehingga dilayani setiap yang membawa kartu.

Terkait program Jampersal, Krisman menyatakan ini merupakan program luar biasa dari negara, bagi menekan angka kematian ibu dan anak.

Editor: Paulus Burin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas