• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Foto-foto Orang Gila Warnai Braga Festival di Bandung

Sabtu, 24 September 2011 23:59 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jabar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ada yang berbeda dalam ajang Festival Braga 2011. Braga Festival tahun ini bukan hanya jadi media bagi penggiat seni, budayawan, dan seniman untuk menunjukkan kreasinya tapi juga dijadikan menyampaikan kritik kepada pemerintah, khususnya pemerintah Kota Bandung.

Buktinya, pengunjung Braga Festival saat memasuki pintu Selatan dikejutkan dengan foto-foto orang gila.

Foto-foto karya Anggiat Tornado ini menunjukkan orang-orang gila yang telantar dan berkeliaran di jalan-jalan Kota Bandung.

Dipampangannya foto-foto orang gila ini, bagi pengunjung Braga Festival menyulut pro dan kontra. Kurnia (42), yang mengaku datang dari Ujungberung mengatakan dipasangnya foto-foto orang gila ini menunjukkan jika di Kota Bandung banyak orang stres akibat tekanan kehidupan.

"Saya setuju adanya foto-foto ini. Tinggal sekarang bagaimana pengelola negara ini mengurangi tekanan jiwa, kehidupan, ekonomi bagi rakyatnya," ujar Kurnia.

Hal serupa dikatakan Pratama. Menurut lelaki berusia 30 tahun ini, foto-foto orang gila di Braga Festival adalah kreasi seni yang juga bisa jadi bahan renungan.

"Dipajangnya foto-foto ini agar kita peduli juga dengan mereka. Jangan sampai terlantar, terlebih diacuhkan. Mereka juga manusia dan harus dirawat tentunya oleh negara," kata Pratama.

Pendapat berbeda dilontarkan Rukhiyat (45). Menurut Rukhiyat, sangat tidak pantas foto- foto orang gila itu dipajang di Braga Festival. Apalagi, kata Rukhiyat, foto yang dipajang ada yang vulgar.

"Pengunjung ke Braga Festival ini bukan saja orang dewasa. Tetapi banyak juga pengunjung yang anak kecil. Apalagi ini disimpan di pintu masuk. Foto ini tidak sopan," ujar Rukhiyat.

Iis Rukningsih (40), melontarkan pernyataan senada dengan Rukhiyat. Menurut Iis, dipajangnya foto-foto orang gila, justru akan menjadikan even Braga Festifal yang sarat akan seni menjadi pudar.

"Foto-foto itu tidak indah. Harus dibedakan ajang untuk mempertontonkannya," katanya.

Sedangkan Arief (27), menilai dipajangnya foto-foto orang gila di Braga Festival semata-mata hanya sekedar hiburan.

"Saya setuju saja dipajangnya foto-foto ini. Bagi saya ini hiburan," jelasnya.

Yang menarik, sebagian pengunjung Braga Festival langsung menjerit sambil berlari menjauh ketika melihat foto-foto orang gila (yang maaf) ada yang bugil itu.

Namun sebagian pengunjung justru menjadikan foto-foto orang gila itu dijadikan latar belakang untuk mengabadikan kehadiran mereka di Braga Festival.

Sedangkan anak-anak hanya tertawa ketika menyaksikan foto-foto yang menyulut kontroversi itu.

Selain foto-foto orang gila, Braga Festival juga menampilkan foto-foto kesemrawutan Kota Bandung dari berbagai sudut pandang. (sob/tsm)

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
164212 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas