• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Pemkab Lembata Kutuk Pembunuh TKI di Johor

Rabu, 28 September 2011 15:46 WIB
Pemkab Lembata Kutuk Pembunuh TKI di Johor
Pos Kupang/Edy Bau
Viktor Mado Watun

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

TRIBUNNEWS.COM, LEMBATA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, NTT mengutuk keras kasus pembunuhan yang menimpa  Petrus Dori Deona (59), warga Desa Labalimut, Kecamatan Nagawutun, Lembata yang tewas di Johor Bahru, Kamis (22/9/2011).

“Jika benar TKI itu mati dibunuh, Pemkab  Lembata mengutuk aksi keji ini. Itu merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Kita sangat mengharapkan profesionalisme Kepolisian Diraja Malaysia dalam mengusut kasusnya.”

Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun mengatakan hal ini ketika  dihubungi Pos Kupang.com di Lewoleba, Rabu (24/9/2011) siang.

Menurut Mado Watun, untuk memastikan motif kematian korban, maka pemerintah dan masyarakat Lembata sangat mengharapkan  pada Kepolisian Diraja Malaysia untuk mengusutnya.

“Katanya polisi Malaysia sedang menyelidiki kasusnya. Kita berharap kasus ini bisa diungkap agar dapat diketahui apa motifnya. Apakah dibunuh atau tidak,” katanya.

Mengenai permintaan keluarga melalui Petrus Bala Pattyona, S.H, M.H,  di Jakarta agar jenazah korban dipulangkan ke kampung halaman, Wabup Mado Watun mengatakan, Pemda Lembata sangat mendukung dan akan memfasilitasi ketika jenazahnya tiba di Lembata.

“Kita akan coba bangun komunikasi dan akan fasilitasi jika jenazahnya tiba di sini,” katanya sambil mengatakan akan meminta dinas teknis untuk mengecek perkembangan  kasus ini.

Seperti diberitakan, Petrus Dori Deona (59), salah satu TKI di Johor Bahru, Malaysia Barat  ditemukan tewas pada hari Kamis (22/9/2011) sekitar pukul 18.00 waktu setempat di tempat tinggalnya di Kulai Johor.

Saat ditemukan seorang temannya, pintu dan jendela rumah dalam keadaan terkunci dari luar. Sejumlah kerabat melalui Petrus Bala Patyiona, S.H, di Jakarta meminta agar pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri RI memulangkan jenazah korban ke kampung halamannya.

Almarhum adalah petani yang sudah 20-an tahun merantau di Malaysia Barat untuk menafkahi keluarga di kampung. Dia adalah suami dari Bernadeta Barek dan ayah dari Kristoforus Padak Deona, Yohanes Boli Deona dan Maria Peni Deona. Istri dan anak-anak kini menetap di Desa Labalimut.

Editor: Paulus Burin
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
165701 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas