Hanafi Rais Berniat Gugat Hasil Pemilihan Wali Kota Yogya

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta terpilih Haryadi Suyuti-Imam Priyono resmi memenangi Pilkada Yogyakarta.

Hanafi Rais Berniat Gugat Hasil Pemilihan Wali Kota Yogya
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Wali Kota terpilih, Haryadi Suyuti berpelukan dengan calon Wali Kota Hanafi Rais seusai pembacaan hasil Keputusan KPU Kota Yogyakarta dalam rapat pleno di Balai Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Kamis [29/9/2011]. Pasangan Haryadi Suyuti-Imam Priyono ditetapkan menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih setelah mendapatkan 97.047 suara sah atau 48,35 % mengguli dua pasangan yang lain.

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Pasangan calon  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta terpilih Haryadi Suyuti-Imam Priyono resmi memenangi Pilkada Yogyakarta. Kedua lawan Haryadi-Iman pun langsung disalami.

Calon wali kota dan wakil wali kota nomor 1 Zuhrif Hudaya-Aulia Reza mengaku legowo sepenuhnya atas hasil rekapitulasi suara Pilkada 2011. Meski demikian Zuhrif Hudaya tak akan patah arang membangun kampung.

"Saya akan kembali ke pekerjaan saya. Sebagai Ketua Komisi C saya akan tetap membangun kampung. Meskipun butuh waktu tiga kali lipat untuk mbangun kampung ketika dibanding saya jadi wali kota," tutur Zuhrif.

Zuhrif sendiri mengaku tidak akan melakukan gugatan ke MK terkait hasil rekapitulasi. Ini karena menurutnya selama ini pasangan nomor 3 dilapangan tidak pernah melakukan tindakan yang merugikannya. "Saya tidak akan mengada adakan yang tidak ada," katanya.

Menurutnya hasil rekap suara itu merupakan hasil yang terbaik. Artinya masyarakatlah yang memilih dan itulah yang terbaik bagi masyarakat.

Demikian juga wakilnya, Aulia Reza Bastian. Setelah Pilkada ini, ia akan kembali fokus melaksanakan kegiatan studi S3 nya yang sempat ditinggal selama kampanye. "Kembali ke rutinitas semua. Menyelesaikan kuliah S3 saya," katanya.

Calon wali kota nomor 2, Ahmad Hanafi Rais meskipun mengaku legowo, namun ia mengaku akan mengkaji kemungkinan gugatan ke MK yang akan dilakukan timnya.

Menurut Hanafi, persoalan pencideraan demokrasi yang sedang dikaji diantaranya kasus money politik dan mobilisasi PNS. "Tapi itu saya serahkan sepenuhnya kepada tim advokasi untuk melakukan pengkajian saya tidak intervensi," katanya.

Jika penelusuran tim advokasi didapatkan fakta kebenaran maka hasilnya dilimpahkan ke MK.

Ditambahkannya, keputusan tentang kepastian ada atau tidaknya gugatan Hanafi mengaku, menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada tim advokasi yang telah dibentuk. "Saya tidak akan intervensi. Semuanya kita serahkan ke tim advokasi," tandasnya.

Sedangkan pasangannya, Tri Harjun Ismaji mengatakan setelah Pilkada ini ia tetap akan berjuang. Perjuangan yang dimaksudkannya adalah berkarya dan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang. "Yang jelas dengan kemampuan saya, saya akan tetap melakukan sesuatu untuk kepentingan masyarakat banyak, tapi bukan di birokrat," katanya. (evn)

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved