• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribunnews.com

14 Personil di Lokasi Jatuhnya Pesawat Belum Ada Kabar

Sabtu, 1 Oktober 2011 11:22 WIB
14 Personil di Lokasi Jatuhnya Pesawat Belum Ada Kabar
TRIBUN MEDAN
Personil TNI AD bersiap diterjunkan ke lokasi jatuhnya pesawat casa 212-200. Tepatnya di Gunung Hulusekelam, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Arifin Al Alamudi

TRIBUNNEWS.COM, LANGKAT - Hingga pukul 10:30 WIB, sudah sebanyak 14 personil yang berhasil diterjunkan ke lokasi jatuhnya pesawat casa 212-200. Tepatnya di Gunung Hulusekelam, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dari 14 personil tersebut, yang berhasil di turunkan hari ini berjumlah 12 orang yang dibagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama, helikopter TNI AU yang sampai di lokasi jatuhnya pesawat sekitar pukul 08:00 WIB berhasil menurunkan lima orang. Yakni Dedi Sutanto dan Danar dari Paskhas.
Sedangkan Budi, Anggiat Galingging, dan Simpson merupakan personil Yonif 100 Raider.

Pada tahap kedua, helikopter TNI AU, berhasil menurunkan lagi empat personil lagi, sekitar pukul 08:30. Yakni FF Aritonang, Eko Maryuda, Jon Edi, Rusli Hutasoit. Keempatnya personil Yonif 100 Raider.

Pada tahap ketiga berhasil menurunkan tiga personil ke lokasi jatuhnya pesawat, sekitar pukul 09.20 WIB. Ketiganya adalah Welfrijohn dan Sudar Madi, dari Paskhas. Serta Imam dari Brimob.

Sedangkan pada hari sebelumnya, Jumat (30/9/2011) dua personil yang berhasil diturunkan adalah Dian (Paskhas) dan Masrul (Brimob).

"Jadi total sudah ada 14 orang yang di lokasi," Komandan Regu Posko SAR, Agus Wibisono.

Jumlah tersebut menurut Agus sudah cukup. Semua personil pertama kali diprioritaskan untuk membuat helipad agar evakuasi dapat lebih mudah. Diperkirakan, helipad akan selesai paling lambat empat jam setelah tim diturunkan.

Namun dari 14 personil yang sudah berhasil diterjunkan, belum ada yang memberi laporan apakah masih ada penumpang yang hidup atau tidak.

Petugas SAR, Torang, mengatakan tim yang sudah diterjunkan dibekali dengan telepon satelit, namun tidak berfungsi dengan baik karena lokasi jatuhnya pesawat diapit oleh perbukitan. Sehingga belum dapat diterima informasi apakah ada korban yang masih hidup atau tidak.

Untuk mempermudah pembuatan helipad, tim yang diturunkan juga dibekali peralatan gergaji mesin untuk menembangi pohon di sekitar lokasi.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
166881 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas