• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Jawa Timur Masih Kekurangan Tenaga Insinyur

Sabtu, 1 Oktober 2011 02:50 WIB

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Ketatnya persaingan kualitas insinyur lokal dengan insinyur lulusan luar negeri, membuat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, terus memutar otak untuk menelurkan lulusan insinyur mumpuni, sesuai kebutuhan pembangunan daerah. Masalahnya, jumlah tenaga insinyur di Jatim sangat kurang, bahkan tak jarang proyek pembangunan dikerjakan tenaga insinyur dari negara asing.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) PII Jatim, Ridwan Hisjam membenarkan di Jatim saja, masih banyak kekurangan tenaga engineering atau insinyur. Apalagi, saat ini tidak ada lagi akademisi yang menelurkan lulusan insinyur, namun hanya pada sarjana teknik (ST).

“Setelah kegiatan ini, kami akan menyampaikan ke pak gubernur, untuk segera mencetak engineering untuk kebutuhan pembangunan di propinsi atau kabupatan dan kota,” ujar Ridwan Hisjam, saat menggelar pelantikan Pengurus PII Jatim di Hotel Shangri La, Jum’at (30/9/2011).

Diakui mantan Wakil Ketua DPRD Jatim ini, kurangnya tenaga insinyur di Indonesia karena terbentur Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), bahwa mahasiswa lulusan teknik sudah tidak menyandang gelar insinyur, namun sarjana teknik (ST). Ke depan, PW PII akan bekerjasama dengan perguruan tinggi seperti ITS Surabaya dan Unibraw untuk mencetak insinyur.

Dalam kepengurusannya selama tiga tahun 2011-2014, PW PII akan menyolidkan organisasinya, seperti pembentukan pengurus tingkat kabupaten atau kota di Jatim. Pasalnya, dari 38 daerah di Jatim, baru terbentuk kepengurusan PII di 4 daerah yakni Surabaya, Gresik, Malang dan Ngawi. Di acara tersebut, hadir pula Ketua Dewan Penasihat PW PII Jatim Mukayat dan Sekretaris PII Jatim, Bagus Haryosuseno.

Editor: Prawira Maulana
Sumber: Surya
0 KOMENTAR
166816 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas