• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Korban Kapal Tenggelam Ditemukan di Solor

Minggu, 9 Oktober 2011 16:13 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Sarifah Sifat
TRIBUNNEWS.COM,LARANTUKA - Bernadus Wato alias Wato (53) warga Desa Pulo Lera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT yang tenggelam saat melaut  menggunakan KM. ‘Permisi’ pada Senin (26/9/2011) sekitar pukul 04.00 Wita ditemukan Warga Tanah Lein, Solor Timur, Flores Timur, NTT, Sabtu malam (8/10/2011) di pantai.

Satu  orang korban lainnya, Dayat Bakrim alias Dayat (18/10/2011) warga Lamahala, Kecamatan Adonara Timur belum ditemukan.

Kapores Flores Timur, AKBP. Eko Kristianto, SiK, M.Si yang dihubungi melalui Kasat Serse Polres Flotim, AKP. I. Made Pasek Riawan, SH, M.Si, Sabtu (8/10/2011) mengatakan, korban setelah ditemukan  warga Tanah Lein dan selanjutnya menghubungi Polres Solor dan dibawa ke RSUD Larantuka untuk divisum.

Kini korban kata Made telah dibawa ke pihak keluarga di Wulnggitang. “Proses evakuasi jenasah dibantu pemerintah dan hingga jenasah diantar ke rumah duka di Wulanggitang jug diantar pemerintah,”kata Made.

Ditanya awal penemuan  korban, Made mengakui, jenasah awalnya ditemukan oleh dua warga Tanah Lein yang sedang melaut.

“Keduanya saat ditepi pantai melihat korban yang saat itu sedang terdampar di bibir pantai. Karena itu, keduanya menghubungi polisi untuk mengevakuasi korban ke darat dan selanjutnya diidentifikasi baru diketahui korban tersebut bernama Wato yang tenggelam saat mencari ikan menggunakan ‘KM Permisi’. Karena itu, korban dibawa ke RSUD Larantuka untuk divisum dan selanjutnya diantar ke keluarga korban di Wulanggitang,”tuturnya.

Saat ditemukan jelas Made, korban masih memakai baju kaos warna putih tanpa lengan terdapat gambar logo partai   Demokrat Bangsa di dada kiri dan memakai celana pendek warna hitam dan celana dalam warna biru tua.

Hasil pemeriksaan, tengkorak kepala korban utuh, namun gigi ada yang sudah terlepas. Sementara pada bagian seluruh badan terdapat lebam dan berisi penuh cairan karena korban sudah lama terapung diatas air selama 12 hari stelah tenggelam pada Senin (26/9/2011) lalu.

“Dari hasil visum itu diketahui penyebab kematian karena lebam,”katanya.Semetnara itu, salah seoarag keluarga korban yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan di Larantuka, Sabtu (8/10/2011) usai mengikuti sosialisasi pajak mengakui korban akan dikuburkan  setelah disemayamkan di rumah duka. "Kami akan gelar prosesi adat setelah korbannya kami keburkan,"katanya.

Diberitakan sebelumnya,  KM ‘Permisi’ atau sejenis kapal ikan persine yang dinahkodai Arman Ali (38) warga Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Senin (26/9/2011) dinihari sekitar pukul 04.00 Wita tenggelam di perairan Pulau Tiga antara selat Solor dan Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur.

Editor: Romualdus Pius
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
169781 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas