Ekspedisi Sabuk Merapi

Pascaerupsi, Jalur Pendakian Merapi Kian Ekstrim

Gunung Merapi setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut menawarkan medan ekstrim, terutama pascaerupsi 2010.

Pascaerupsi, Jalur Pendakian Merapi Kian Ekstrim
SURATNO UNTUK TRIBUN JOGJA
Dua petugas pengamat gunung api dari BPPTK Yogyakarta merayapi tebing utara puncak Merapi Kamis (27/10/2011) dalam rangka tugas pemantauan pascaerupsi 2010.

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Sigit Widya Purnama dan Setya Krisna Sumargo

TRIBUNNEWS.COMa, YOGYAKARTA - Menapaki Gunung Merapi hingga ke puncak memerlukan stamina dan fisik prima. Gunung setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut menawarkan medan ekstrim, terutama pascaerupsi 2010.

Rute pendakian dari starting point di New Selo banyak yang berubah, namun relatif mudah ditemukan. Aliran air jadi patokan jalan pendakian ke kawasan puncak. Jalur kadang mesti merayap di kemiringan mulai 30 hingga 60 derajat.

Jika mujur, pendakian akan menyenangkan ketika cuaca bagus. Tapi jika cuaca buruk, perjalanan maha berat mesti dilalui. Tantangan terberat jika cuaca buruk adalah kabut tebal dan terpaan angin sangat kuat.

Namun bagi Surat (40), atau biasa disapa Pak Lik, rute utara soal mudah. Ibaratnya, sambil merem saja, Surat bisa mendaki sampai puncak. Tak terhitung lagi ia turun naik gunung ini. Sejak umur 16 tahun, Surat sudah mendakinya.

Surat memang bukan sembarang orang. Warga Selo ini jadi orang pilihan BPPTK Yogyakarta dalam setiap penugasan ekstrem ke puncak Merapi. Reputasi Surat memang layak diacungi jempol. Ia pernah jadi juara lomba sprint rally kebut gunung Merapi pada tahun 2000.

Mau tahu seberapa cepat ia menorehkan rekor? Rute Selo-Pasar Bubrah pulang pergi dilalapnya hanya dalam tempo 1 jam 22 menit! "Setengah berlari sambil bawa beban pasir 15 kilogram," bisik Surat, lelaki pemalu yang sebulan lebih di Aceh jadi relawan bencana tsunami 2004.

Perawakan Surat tak istimewa betul. Malah kadang ia terkesan ringkih dengan tubuh kurusnya. Tonjolan otot hanya tampak di kedua lengannya. "Sejak usia 16 tahun, saya mulai menjadi porter. Setiap barang yang saya bawa, beratnya antara 15 hingga 20 kg," akunya.

Pascaerupsi 2010, Surat menjadi orang pertama yang menggapai bibir kawah puncak Merapi. Ia naik pada awal Januari 2011, saat status masih Siaga. "Suara gemuruh masih terdengar sangat keras dari kawah Merapi," katanya.  

Sebelumnya, ia juga naik ke Merapi pada awal Desember 2010, saat mengantarkan sesaji Labuhan berupa kepala kerbau ke pelataran Pasar Bubrah.

Halaman
12
Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help