Pejuang Tionghoa Mendapat Piagam

Dewan Harian Nasional (DHN) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 memberikan penghargaan 45 Kalbar, almarhum Lim Bak Meng.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM,PONTIANAK - Dewan Harian Nasional (DHN) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 berkedudukan di Jakarta melalui Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Kalbar memberikan penghargaan kepada satu di antara pejuang 45 Kalbar, almarhum Lim Bak Meng alias Petrus Limbung.

Penyerahan secara simbolis diserahkan oleh Ketua Dewan Harian Daerah 45 Kalbar, Syafaruddin Usman kepada Ketua Umum Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar, Harso Utomo Suwito dan selanjutnya diserahkan kepada satu di antara anak almarhum Lim Bak Meng yaitu Andreas Hadi Limbung.

Ketua Dewan Harian Daerah 45 Kalbar, Syafaruddin Usman, mengatakan Penghargaan dan Medali Perjuangan Angkatan 45 diberikan khusus kepada eksponen angkatan 45.

"Setiap tahunnya Dewan Harian Daerah merencanakan dan memberikan kepada eksponennya angkatan 45, yaitu mereka yang berjasa besar dalam rangka mempersembahkan kemerdekaan. Satu di antaranya adalah Lim Bak Meng," tuturnya.

Menurut Syafaruddin, penghargaan ini menunjukan bahwa dalam perjuangan kemerdekaan ada beragam etnis dan tidak didominasi oleh satu kelompok tertentu.

Ia memaparkan, ada tiga kriteria menjadi penilaian dan pertimbangan penghargaan dan medali perjuangan 45 diberikan, yaitu bersangkutan adalah pelaku sejarah 45 tapi bukan veteran 45.

Kriteria lainnya, bersangkutan adalah pejuang yang terus menerus mengabdikan diri hingga akhir hayatnya mengisi kemerdekaan, serta ketiga dan lebih penting adalah melestarikan jiwa dan semangat nilai kejuangan 45.

Ia memberikan alasan kenapa almarhum Lim Bak Meng masuk kriteria penghargaan. "Lim bak Meng adalah tokoh yang merintis dan proaktif ikut kemerdekaan, kemudian tahun 1945 dia dengan caranya sendiri berjuang di bidang politik meskipun saat itu ada Republik Indonesia Serikat (RIS). Ia termasuk orang yang mengedepankan NKRI agar tetap utuh serta ia adalah tokoh yang pluralis, cinta kebangsaan meski berbeda tetap satu dalam keberagaman," paparnya.

Ia menjelaskan,piagam/penghargaan dan medali 45, diberikan setiap 10 November dan secara nasional diberikan kepada tokoh pejuang yang ada di semua provinsi Indonesia.

Di Kalbar pada tahun ini ada 5 pejuang yang mendapatkan penghargaan dan penilaian oleh pusat berdasarkan pengajuan dari daerah. Dewan Harian Daerah Kalbar mengajukan 15 nama dan yang terpilih baru 5 nama.

Satu di antara anak almarhum Lim Bak Meng, Andreas Hadi Limbung, mengaku terharu mendapatkan penghargaan dari Dewan Harian Nasional 45 kepada bapaknya Lim Bak Meng.

"Sebagai anak almarhum Lim Bak Meng, tentu kita merasa terharu walaupun sudah lama dinanti pengakuan ini. Apalagi sejauh ini tidak pernah ada perhatian dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat, ujarnya.

Ia menceritakan, justru pernah mengurus pensiunan alharhum dengan menunjukan semua dokumen yang lengkap termasuk surat bukti dan semuanya, tetapi tidak pernah diakui pemerintah dan ditolak oleh pemerintah saat itu.

Kendati demikian, ia mengatakan akan tetap melanjutkan perjuangan almarhum Lim Bak Meng yang belum selesai. "Karena sebelum meninggal dunia, saya satu-satunya yang ditunjuk bapak untuk melanjutkan cita-cita bapak, yaitu mempersatukan bangsa," ucapnya.

Editor: Romualdus Pius
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help