Trafficking di Batam

Kata Sandi Bagi ABG Batam Disebut BB

Kasus Mona telah di tangan polisi. Namun kasus trafficking (perdagangan manusia) yang melibatkan anak

Kata Sandi Bagi ABG Batam Disebut BB
TRIBUN BATAM
Enam orang PSK ABG yang diamankan di Batam.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Aprizal/Eko Setiawan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TRIBUN - Kasus Mona telah di tangan polisi. Namun kasus trafficking (perdagangan manusia) yang melibatkan anak di bawah umur, terutama kalangan pelajar di Batam sudah menjadi fenomena yang bukan rahasia lagi.

Ibarat gunung es, kasus yang mengemuka hanyalah sebagian kecil dari realitas sesungguhnya.

Berdasarkan investigasi Tribun Batam, trafficking dengan objek pelajar cukup beragam, baik motif maupun alasan yang melatarbelakanginya.

Satu hal yang memprihatinkan, jaringan trafficking yang umumnya melibatkan semacam agen atau biasa disebut EO ini, kini telah merebak ke segala segmen. Memang ada yang terang-terangan, namun banyak juga yang dilakukan tersamar.

Aktivitas Mona -seorang pelajar di Batam, yang memiliki puluhan anak buah sesama pelajar, hanyalah contoh, betapa rapinya jaringan perdagangan manusai di Batam.

Terutama untuk eksploitasi seks, tersebut menembus sekat-sekat sebuah komunitas. Jaringan serupa sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengusaha, pejabat, aparat keamanan, hingga kalangan profesionalisme.

Berdasarkan penelusuran Tribun Batam, bahkan tak sedikit pejabat di Batam atau Kepri yang memanfaatkan agen-agen ini.
Selain untuk motif dijadikan ABG simpanan, ada juga yang membutuhkannya sewaktu-waktu untuk keperluan tertentu dengan kliennya.

Khusus untuk urusan lobi dan servis ini, bahkan di kalangan pengusaha maupun pejabat muncul sandi-sandi yang begitu populer untuk menyebut para ABG itu.

Yang paling banyak digunakan adalah istilah "BB". BB bukanlah singkatan BlackBerry, akan tetapi ‘Barang Batam’, yakni sebutan untuk ABG mulai pelajar hingga mahasiswa kalangan berkelas yang bisa diajak berindehoi.

Halaman
12
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help