Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Sekeluarga Tewas Tertabrak Bus di Jalur Pantura

Minggu, 18 Desember 2011 00:18 WIB

Sekeluarga Tewas Tertabrak Bus di Jalur Pantura
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
Ilustrasi tabrakan mobil

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah

TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - Sekeluarga tewas seketika di Jalur Pantura Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Sabtu (17/12/2011) pukul 01.00.

Mereka menjadi korban kecelakaan lalu lintas setelah mobil Avanza nomor polisi F 1884 HD yang mereka tumpangi ditabrak bus Sinar Jaya B 7166 TGA jurusan Jakarta-Wonosobo dari arah berlawanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, peristiwa bermula saat Avanza yang dikemudikan Darman Manao (34), warga Cileungsi, Bogor, melaju dari Indramayu kota menuju Bogor.

Namun begitu tiba di daerah Sumuradem, Indramayu, tiba-tiba mobil tersebut dihantam bus Sinar Jaya dari arah berlawanan.

Akibatnya, Avanza terdorong ke belakang sejauh 22 meter, dan semua penumpang, yang berjumlah delapan, termasuk sopir, tewas.

Kepala Kepolisian Resor Indramayu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudi Setiawan, mengatakan, bus Sinar Jaya melaju kencang dari arah Jakarta menuju
Cirebon.

Diduga akibat sopir mengantuk, bus pun oleng ke kanan dan menghantam median jalan setinggi 30 sentimeter. Setelah menghantam median jalan, bus masuk jalur berlawanan sepanjang 39 meter.

Pada saat bersamaan, datang Avanza dari arah berlawanan sehingga tabrakan pun tak bisa dihindari.

"Bus memang lajunya sangat cepat," kata Rudi saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Sabtu (17/12/2011).

Akibat ditabrak dan terdorong ke belakang hingga 22 meter, Avanza pun
ringsek. Sementara bus hanya rusak di bagian depan.

Semua penumpang Avanza pun tewas seketika, dan tak ada korban dari penumpang bus.

Korban tewas merupakan satu keluarga. Mereka baru saja pulang dari Indramayu untuk melayat saudara mereka yang meninggal dunia.

Mereka adalah keluarga Manao yang terdiri atas Darman Manao (34), Sun
Filiati (27) istri Darman, Salom Manao (6) dan Gulvan Manao (3), keduanya anak Darman dan Sun, Selain itu, ada saudara mereka dari Jambi, yakni Fati Ely Wanuru (39) dan Nurfitriani (14).

Sementara saudara dari Pemalang adalah Nuryatun (38) dan anaknya, Imam bin
Supadi (4).

Korban tewas dibawa ke Puskesmas Sukra, dan baru diambil keluarga pada Sabtu (17/12/2011) siang. Korban langsung dibawa ke alamat masing-masing.

Sesaat setelah kejadian, sopir bus, yang kemudian diketahui bernama Sujai, melarikan diri. Diduga dia melaporkan kejadian yang menimpanya kepada pimpinannya.

Yang ditinggalkan bersama bus hanya kernet bernama Sujiman. Polisi pun mengejar Sujai guna dimintai pertanggungjawabannya.

Polisi menduga, kecelakaan maut itu akibat kelalaian sopir. Sebab, begitu dicek di lokasi tabrakan, tidak ada bekas rem. "Sopir mengantuk atau tidur sehingga sama sekali tak ada refleks untuk mengerem," kata Rudi.

Pada saat kejadian, Jalur Pantura di Desa Sumuradem, dalam keadaan lengang. Kendaraan tidak padat karena itu bus bisa melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun sebelum tiba di Indramayu, bus sempat beberapa kali terkena macet. Bus berangkat dari Jakarta Jumat (16/12/2011) pukul 06.20. Karena macet, bus baru tiba di Indramayu Sabtu (17/12/2011) pukul 01.00.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas