Sabtu, 22 November 2014
Tribunnews.com

BPOM Akan Turunkan Tim Periksa Permen Narkoba di Pasaran

Rabu, 4 Januari 2012 11:30 WIB

BPOM Akan Turunkan Tim Periksa Permen Narkoba di Pasaran
Tribun Medan
Permen megic pop

Laporan Wartawan Tribun Timur

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Berdasarkan informasi pada kemasan, produk permen yang diduga mengandung amphetamin ini memiliki kode registrasi pada BPOM.

Namun, Magic Pops di Medan kode registrasi Balai POM tertera pada bagian bawah depan kemasan. Satu bagian dengan petunjuk berat.

Kode registrasi Balai POM untuk Magic Pops rasa jeruk di Makassar, BPOM. RI ML. NO.637118003041. Kode ini dicantumkan pada bagian belakang bawah.

Kode registrasi Balai POM untuk Magic Pops rasa jeruk di Makassar, BPOM RI ML 637109001833. Kode ini dicantumkan pada bagian belakang bawah.

Berbeda dengan Magic Pops di Makassar. Permen Magic Pops rasa jeruk yang dijual di Makassar diproduksi CV Jaya Timur, Jakarta, Indonesia.

Sementara rasa stoberi diimpor CV Berkah Maju Jaya, Jakarta 14470, Indonesia.
Namun, tak dicantumkan negara asal. Lalu tertera tulisan product of PRC. Tak ada penjelasan terkait tulisan PRC tersebut.

Tampilan kemasan lainnya yang berbeda, pada Magic Pops di Medan, karikatur rasa stroberi berupa kartun ledakan berwarna kuning, sama dengan di Makassar.
Bedanya, kartun ledakan pada kemasan rasa lemon berwarna kuning dan rasa jeruk berwarna hijau.

Warna kemasan rasa stroberi didominasi warna merah, rasa jeruk didominasi warna oranye, dan lemon didominasi warna kuning.

Melalui BPOM Pusat di Jakarta, Kepala Seksi Layanan Informasi dan Pengaduan Badan POM Makassar, Nunuk Sugiyanti Apt Mkes, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPOM Medan, untuk mendapatkan gambaran detail dan teknis farmakologi soal permen yang sudah beredar luas di masyarakat ini.

"Biasanya, sesuai prosedur kami akan menunggu surat edaran dari BPOM Pusat di Jakarta soal ini," kata Nunuk.

Meski Tribun mendapat konfirmasi ini dari saluran resmi pengaduan di BPOM di nomor telepon pengaduan resmi BPOM Makassar 0411-879043, namun tidak dijelaskan apakah permen Magic Pops ini sudah berbahaya dan mengandung amphetamine.

Menurut Nunuk, edaran dari BPOM Pusat inilah yang selanjutnya menjadi rujukan semua BPOM wilayah di Indonesia.

BPOM Makassar tak banyak menjelaskan apakah pihaknya sudah berkoordinasi teknis dan resmi dengan Polda Sulsel.

"Sampai saat ini belum, yang jelas kita masih akan turunkan tim untuk memantau di lapangan dan menerima aduan masyarakat," kata Nunuk.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas