• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Sopir Karunia Bhakti Loncat karena Takut Dikeroyok Massa

Minggu, 12 Februari 2012 15:27 WIB
Sopir Karunia Bhakti Loncat karena Takut Dikeroyok Massa
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Bus Karunia Bakti nyungsep di villa setelah menabrak belasan kendaraan di Cisarua, Bogor, Jumat (10/2/2012) malam

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, CIBINONG - Sopir bus Kurnia Bhakti, Lukman Iskandar (43) mengaku loncat dari kendaraan karena khawatir dikeroyok massa.

Ia nekat loncat dari bus saat kendaraan itu menabrak warung bakso di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/2/2012).

"Ia takut dikeroyok massa, maka nekat keluar (loncat), tetapi ia bertanggung jawab dengan menyerahkan diri ke Polsek Garut," kata paman Lukman, Rusli Hanafi (60) ketika ditemui di Mapolres Bogor, Cibinong, Minggu (12/2/2012).

Rusli mengatakan, keponakannya itu terus mencoba mengendalikan bus yang mengangkut penumpang dari Garut ke Jakarta.

Namun, rem blong serta posisi jalanan turunan terjam membuat ayah tiga anak itu kesulitan mengendalikan laju bus.

"Ia terus berdoa agar tidak terjadi korban jiwa. Ia terus memegang setir," kata Rusli.

Setelah loncat dari bus Kurnia Bhakti, Lukman langsung menyelamatkan diri menuju tempat tinggalnya di Garut. Di sana ia bertemu dengan anak dan istrinya.

Lukman kemudian menyesali perbuatannya. Ia lalu menyerahkan diri ke Polsek Garut untuk menjalani proses hukum. "Saat menyerahkan diri, ia menyesal atas peristiwa itu," ujarnya.

Sebelumnya, kepolisian menetapkan Lukman Iskandar (43) selaku sopir bus Karunia Bakti sebagai tersangka atas kecelakaan lalu lintas di Pasar Cisarua Atas, Puncak, Bogor, pada Jumat (10/2/2012) kemarin.

Lukman disangkakan melanggar pasal 310 UU Nomor 35 Tahun 2009.

Polisi mengenakan Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada Lukman, karena diduga lalai saat mengemudikan busnya yang mengakibatkan kecelakaan dan hilangnya 14 nyawa.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
260111 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas