• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Dua Warga Tewas Saat Berburu Babi Hutan

Selasa, 13 Maret 2012 13:17 WIB
Dua Warga Tewas Saat Berburu Babi Hutan
Ist
Babi Hutan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Dua warga Sungai Melayu, Kecamatan Tumbang Titi, Ketapang, Aoi (27) dan Darwis (32) tewas saat berburu babi hutan di wilayah perkebunan kelapa Sawit Sp 7, Senin (12/3/2012) dini hari.

Aoi diduga ditembak Darwis. Beberapa saat kemudian, Darwis tewas ditebas dengan parang oleh Lukas Suip (22). Saat ini, Suip ditahan Polres Ketapang.

Peristiwa pembunuhan ini bermula ketika ketiganya berburu babi. Suip dan Aoi yang adalah pamannya berangkat bersamaan. Saat tiba di hutan, Suip dan Aoi sembunyi di semak-semak untuk mengintai babi hutan karena sebelumnya mereka melihat ada jejak kaki babi di lokasi tersebut.

"Setelah sekian lama bersembunyi, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Saya kira paman saya yang menembak babi. Setelah saya dekati ternyata paman saya terkena tembakan. Dia tertembak di bagian dada kiri," jelas Suip saat ditemui di Mapolres Ketapang Selasa (13/3/2012).

Mengetahui pamannya tertembak, Suip mencari pelaku penembak. Ia mendapati Darwis yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Ketika Ia menanyakan, Darwis justru menyalahkan Suip dan Aoi karena mengendap di semak-semak.

"Saya tanya kenapa berburu di tengah di hutan tidak bawa senter. Dia (Darwis) malah menyalahkan kami karena sembunyi di semak-semak sehingga dikira babi," kata Suip.

Menurut Suip, terjadi percekcokan antara dia dan Darwis, sampai akhirnya Darwis melarikan diri. Suip mengejar Darwis. Dia berhasil menangkap Darwis setelah berlari sekitar 1 kilometer.

Suip meminta Darwis bertanggung jawab. Namun Darwis berkilah. Darwis melakukan perlawanan dengan cara memukulkan senjata lantaknya ke arah Suip.

"Dia mukul saya dengan senjata lantaknya, tapi saya menghindar sehingga tidak kena. Kemudian saya rebut parangnya yang terselip di pinggangnya dan menyabetkan parang itu kelehernya sehingga dia langsung tumbang," katanya

Untuk menghilangkan jejak, Suip kemudian meletakan parang ke tangan Darwis, dengan maksud agar korban dikira membunuh diri. Setelah itu, Suip menghampiri jenazah pamannya yang masih tergeletak bersimbah darah.

"Saya ambil HP paman saya yang ada di pondok untuk menghubungi abang paman saya dengan maksud minta pertolongan, namun tidak diangkat," ujarnya.

Setelah itu, Suip mencoba menghubungi keluarganya yang lain. Tak lama kemudian keluarganya datang. Namun tidak seorangpun yang berani mengangkat jenazah korban karena mengetahui korban tewas dengan kondisi tidak wajar.

"Kemudian warga yang lain lapor polisi, untuk mengambil jenazah paman saya, untuk dibawa pulang," tutur Suip.

Editor: alfons nedabang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
348632 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas