Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Guru Menjadi Korban Pemalsuan Angka Kredit

Rabu, 14 Maret 2012 16:50 WIB

Guru Menjadi Korban Pemalsuan Angka Kredit
(Bangka Pos/Wahyu Kurniawan)

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendra Efivanias

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Anggota Tim Penilai Angka Kredit Guru Provinsi Riau, Azmi Has SPd mengatakan, posisi guru lebih menjadi korban dalam kasus pemalsuan penetapan angka kredit (PAK) yang terjadi beberapa tahun lalu.

Menurut Azmi yang ditemui Rabu (14/3/2012), guru sudah terjebak dalam praktek percaloan yang dilakukan oknum pegawai Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

Azmi dimintai pendapatnya tentang kasus pemalsuan PAK yang berujung pada penurunan pangkat sejumlah guru di Provinsi Riau.

Azmi mengatakan, kasus itu terjadi karena ketidaktahuan guru terhadap tata cara penilaian angka kredit untuk kenaikan pangkat sehingga ketika diiming-imingi dengan bantuan pembuatan makalah oleh oknum pegawai LPMP, mereka langsung percaya.

Menurut Azmi, oknum pegawai LPMP menipu para guru dengan mengatakan kemampuan membuat makalah dan menerbitkan PAK sebagai syarat kenaikan pangkat. Padahal, makalah dan proses pengurusannya itu tidak melalui kajian tim penilai angka kredit.

Bahkan, lanjutnya, PAK yang diberikan pada guru ternyata palsu. Ironisnya, guru yang bersangkutan terjebak dan terlalu percaya bahwa naskah karya ilmiah itu bisa lolos.

Editor: alfons nedabang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas