• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

Gempar Video Satpol PP Gerebek Pasangan Mesum

Senin, 19 Maret 2012 08:51 WIB

TRIBUNNEWS.COM, TEBINGTINGGI - Warga Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan beredarnya video pasangan mesum yang digerebek anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Minggu (18/3/2012), penggerebekan terhadap pasangan mesum tersebut dilakukan di salah satu kawasan dalam wilayah Kecamatan Tebingtinggi yang sekitarnya masih belukar.

Adapun dari rekaman video berdurasi 00.08.17 tersebut bermula dari sepasang anak manusia tanpa busana duduk berdua di atas semak belukar yang telah rebah.

Sementara tiga oknum yang mengenakan seragam Sat Pol PP tengah menginterogasi dengan beberapa logat. Ada yang memakai bahasa berbagai daerah dalam wilayah Kabupaten Empatlawang, seperti bahasa Lintang yang pada umumnya menggunakan akhiran "O" yang sedikit mirip dengan bahasa daerah Bengkulu Selatan.

Sementara kedua pasangan mesum tersebut tampak menjawab pertanyaan dengan mimik sang lelaki tampak menangis, sedangkan sang perempuan tampak begitu tenang, bahkan sesekali memberikan senyuman.

Dengan ucapan sang perempuan menjawab masalah ini jangan diperpanjang. Mereka akan menikah sebagai pertanggung jawaban atas perbuatan mereka itu.

Pada akhir adegan video tersebut yang sedikit terputus, tampak direkam dua oknum yang mengenakan seragam Sat Pol PP tersebut. Mereka juga mengancam akan memberitakan perbuatan mereka tersebut di media massa.

Menurut sejumlah warga yang mendapat video yang tersebar berantai via handphone tersebut, penggerebekan tersebut terjadi pada waktu tahun baru 2012 lalu.

Namun, selama ini video tersebut belum tersebar luas, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang mendapat rekaman video mesum tersebut.

Bahkan, setiap orang yang telah melihat video tersebut meyakini, bahwa rekaman video tersebut terjadi di Empatlawang melihat logat bahasa pasangan dan oknum tersebut adalah bahasa masyarakat Empatlawang dan masyarakat Kabupaten tetangga.

"Jelas-jelas asli Empatlawang, karena bahasa yang digunakan, serta dari pengakuan sang perempuan mereka juga pernah mesum di pantai Sungai Musi di Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebingtinggi. Penggerebekan ini tidak direkayasa, karena memang pada saat tahun baru yang lalu memang ada penggerebekan pasangan mesum. Hanya saja videonya baru sekarang beredar luas," ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dikatakannya, selama ini memang sudah banyak warga yang mendengar adanya rekaman penggerebekan tersebut, hanya saja baru sebatas mulut ke mulut, belum ada rekaman videonya.

Hal ini juga membuat masyarakat yang mendengarnya penasaran untuk memastikan kebenarannya rekaman video tersebut.

"Saya baru beberapa hari ini mendapat rekaman tersebut, setelah melihatnya barulah saya yakin penggerebekan tersebut di salah satu tempat yang biasanya digunakan pasangan mojok, serta pasangan mesum tersebut serta penggerebek orang Empatlawang. Ya, kalau sekarang ini sudah banyak masyarakat yang memperoleh rekaman tersebut, sehingga menjadi bahan perbincangan," terangnya.

Salah seorang anggota Sat Pol PP Empatlawang yang bertugas di salah satu SKPD Pemkab Empatlawang mengaku sudah pernah melihat rekaman video tersebut. Namun, ia tidak begitu mempedulikan, karena ia tidak begitu kenal dengan oknum Pol PP yang melakukan penggerebekan tersebut.

"Kalau yang bertugas di Tebingtinggi sedikit banyak saya mengenalnya. Saya yakin bukan di Tebingtinggi. Ya kalau di kecamatan lain mungkin saja," katanya kepada Sripoku.com.

Kepala Sat Pol PP Empatlawang, Bron Laksana, sejauh ini belum bisa dikonfirmasi.

Sementara Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi melalui Kapolsek Urban Tebingtinggi, Kompol Dwi Utomo ketika dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melihat adanya rekaman video tersebut. Bilamana memang ada, pihaknya akan menindaklanjuti dan melakukan proses penyelidikan.

"Penyebarluas rekaman video pertama kali bisa ditetapkan tersangka. Ya, kita lihat dulu rekamannya apakah benar di Empatlawang atau bukan. Selain itu perlu dilakukan uji keaslian film tersebut dengan mendatangkan pakar telematika atau orang yang ahli di bidang tersebut," ujarnya.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
365032 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas