• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Hj Omoh Kaget Ada Pasukan Hitam Bersenapan Panjang

Jumat, 23 Maret 2012 07:34 WIB
Hj Omoh Kaget Ada Pasukan Hitam Bersenapan Panjang
Tribun Jabar/Dedi Rustandi
Terduga teroris

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dedi Rustandi

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Hj Omoh (72) yang sedang menonton televisi kaget bukan kepalang melihat pasukan berbaju hitam berhamburan dari sebuah mobil. Ia pun segera berlari ke teras rumahnya, Kamis (22/3/2012) persis pukul 13.30. Warga pemilik rumah dan kontrakan di Jalan Angkrek Nomor 71 RT 1/14, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara ini melihat ada mobil mikrobus berhenti di depan rumah.

"Dari dalam mobil itu berhamburan orang berpakaian hitam dengan senjata laras panjang memakai helm dan muka tertutup," kata Omoh yang hanya bisa memegang kusen pintu depan rumahnya, kemarin.

Ia mengaku di depan rumah itu sedang duduk Catur P (40), penjaga gerai Plus Celullar. Catur yang mengenakan kaus hitam dan celana jins itu langsung angkat tangan ketika moncong senapan serbu Colt M4A1 Carbine buatan Amerika siap menyalak.

"Tak ada pembicaraan sedikit pun, Catur angkat tangan dengan mulut terbuka kaget. Petugas berpakai hitam-hitam itu menutup mata Catur dengan lakban," kata Omoh yang mengaku masih syok.

Dengan mata tertutup dan tangan diikat ke belakang, Catur yang memakai sandal jepit biru itu digelandang naik ke dalam mobil dan pintunya langsung ditutup.

Penggeledahan dilakukan secara cepat di tengah situasi akses Jalan Angkrek yang sangat padat lalu lintas karena berada di kawasan perguruan tinggi dan sekolah ditutup total. Arus lalu lintas dialihkan ke kawasan Karapyak serta Jalan Mayor Abdurahman.

Polisi dari Polres Sumedang langsung memasang garis polisi di depan gerai Plus Celullar. Empat anggota Densus 88 dengan senapan serbu di tangan berdiri di depan gerai. Sementara anggota yang lain melakukan penggeledahan di dalam gerai yang berukuran 2,5x2,5 meter.

Warga Angkrek tumplek dan melihat aksi penggeledahan yang disebutkan warga sebagai penangkapan teroris. "Saya nonton saja karena tadi mendengar ada penangkapan teroris di Angkrek," kata Hendrawanm, seorang warga Situ.

Densus menggeledah gerai ponsel dan mengangkut satu buah Central Processing Unit (CPU), buku tabungan sampai slip penarikan dan penyetoran uang. "Dari buku tabungan itu nilai uangnya di atas Rp 1 miliar lebih. Transaksi pemasukan dan pengeluaran uang juga banyak," kata seorang anggota polisi yang ikut penggeledahan.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
378442 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas