• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Antrean BBM di Lahat Lewati Dua Desa

Rabu, 25 April 2012 09:43 WIB
Antrean BBM di Lahat Lewati Dua Desa
Tribun Pontianak/Ali Anshori
Antrean panjang di SPBU di Sintang masih terlihat

TRIBUNNEWS.COM, LAHAT - Pengendara mobil yang datang ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Raya di Kecamatan Kota Lahat, hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM), antrean kendaraan sudah melewati dua desa sekaligus. Mereka pun terpaksa harus rela antre berjam-jam, untuk bisa mendapatkan premium.

Pantauan Sriwijaya Post, Selasa (24/4/2012), puluhan kendaraan roda empat terlihat berjejer di depan SPBU Kota Raya, yang ada di Kecamatan Kota Lahat. Antrean kendaraan yang hendak membeli premium tersebut sudah ke luar halaman SPBU, hingga menjalar ke sisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Bahkan sudah melewati dua desa sekaligus, yakni Desa Kota Raya dan Desa Ulak Lebar.

Bagian ekor kendaraan yang antre, sudah mencapai Desa Ulak Lebar yang masih berada di Kecamatan Kota Lahat. Padahal SPBU berada di Desa Kota raya, yang jaraknya lebih dari 1 Km. Pengendara yang baru datang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat panjangnnya antrean, meski sadar membutuhkan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM jenis premium.

Menurut berapa pengendara, sebelum datang ke SPBU Kota Raya mereka sudah lebih dulu mendatangi SPBU lain di Kota Lahat. Yakni SPBU Bandar Jaya serta SPBU Talang Mengkurat, yang ada di perbatasan Kecamatan Kota Lahat dan Gumay Talang. Namun karena antrean kendaraan cukup banyak, hingga memutuskan mendatangi SPBU yang ada di Desa Kota Raya tersebut.

Namun ketika tiba, justru mereka mendapati antrean kendaraan lebih panjang lagi. Hingga SPBU tempat pengisian bahan bakar, sudah tidak terlihat lagi dari ekor antrean. Karena tidak mungkin lagi berpindah tempat, mereka pun dengan sangat terpaksa ikut dalam antrean.

“Mau bagaimana lagi, lebih baik antre dari pada beli eceran. Kalau balik lagi ke SPBU yang sudah kami singgahi, pasti antreannya sudah tambah panjang dari sebelumnya,” imbuh Jajang (41), warga Desa Jati Kecamatan Pulau Pinang.

Berbeda dengan Jhon (35), warga Prabumulih yang hendak menuju kota Pagaralam. Saat melintas di SPBU Kota Raya, ia berniat mengisi BBM jenis premium untuk mobil yang dikendarainya.

Namun saat mencari bagian ujung antrean dengan kecepatan sedang, ia merasa aneh karena tidak kunjung sampai. Rupanya antrean kendaraan roda empat sudah sangat panjang, hingga melewati dua desa sekaligus.

Karena tak ingin terlambat menemui rekan kerjanya di Pagaralam, ia pun memilih untuk membeli premium di pedagang eceran.

Meski harganya cukup mahal Rp 7 ribu per liter, namun ia tidak mempermasalahkan. Karena enggan menunggu berjam-jam, yang bisa membuat pekerjaannya terbengkalai.

“Saat sampai, saya tadi langsung nyari ekor antrean. Setelah ditelusuri malah tidak sampai-sampai, karena antrean sudah sangat panjang,” imbuh Jhon.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
472441 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas