• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribunnews.com

Bayi Ini Disekap Ibunya Dalam Gentong Berisi Air

Sabtu, 28 April 2012 01:32 WIB
Bayi Ini Disekap Ibunya Dalam Gentong Berisi Air
SRIWIJAYA POST/TARSO
Bayi mungil ini selamat dari percobaan pembunuhan ibu kandungnya sendiri, kini dititipkan di rumah Aktip, kepala Lingkungan Kelurahan Timbangan Indralaya Utara.

TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA - Entah setan apa yang merasuki jiwanya, Nurhayati (38) warga Perumahan Bumi Indralaya Permai (BIP) Blok E17 Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) nyaris membunuh bayi yang baru dilahirkannya, Kamis (26/4/2012) pukul 18.00.

Bayi perempuan mungil yang dilahirkannya sendiri di rumahnya itu dibekap dengan kain lalu dimasukan ke dalam tong berisi air.

Namun, takdir berkendak lain, meskipun rumah sudah dikunci dan ditinggalkannya, tetapi bayi mungil itu selamat setelah warga dan polisi mendobrak pintu dan masuk lalu menyelematkan bayi tersebut.

Melihat bayi masih hidup langsung dilarikan ke Puskesmas Timbangan, kini bayi dirawat di rumah Aktip, kepala Lingkungan setempat. Sementara Nurhayati berhasil diamankan polisi dan kini masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga dikejutkan dengan tangisan bayi dari dalam rumah Nurhayati. Lalu warga berusaha melihatnya tetapi pintu dikunci, sehingga warga melaporkannya ke Polres OI. Jajaran Reskrim dipimpin Kasat Reskrim Polres OI AKP Yuskar Effendi, dan Kanit Pidum Ipda Herly Setiawan,  beserta Kasubnit Timsus, Ipda Acep Atmaja, langsung mendobrak pintu dan mendapatkan bayi dalam tong plastik merah berisi air sekitar satu meter.

Sementara muka bayi tertutup kain. Anehnya bayi tidak tengelam seperti ada yang menahannya.

Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala melalui Kabag Humas Iptu Hermawansyah, kepada wartawan, Jumat (27/4/2012)  menjelaskan, setelah ibunya ditangkap dia mengaku bingung untuk menghidupi bayinya  itu,  dia sendiri sudah punya tiga anak dan satunya sedang sakit.

"Nurhayati berusaha melakukan percobaan pembunuhan terhadap bayinya yang baru dilahirkan. Dia membekap mulut bayi dan memasukannya ke dalam gentong plastik warna merah untuk menampung air," katanya.

Ia mengaku bayi sudah diperiksa di Puskesmas Timbangan dan saat ini dititipkan di rumah kepala lingkungan perumahan BIP,” ujar Hermawansyah sembari menegaskan tersangka dapat dikenakan pidana pasal 340 junto pasal 50 tentang percobaan pembunuhan dngan acaman 15 tahun pencara.

Nurhayati, saat ditemui di Mapolres OI mengaku  bayi itu dilahirkannya sendiri tanpa pertolongan orang lain di kamar mandi rumahnya, Kamis (26/4) sekitar pukul 11.00. Usai melahirkan itu dirianya sempat pingsan dan ketika sadar bayi menangis

"Aku bingung bagaimana menghidupinya, bapaknya Fendi, warga Banyuasin, pergi entah kemana saat usia kehamilanku tiga bulan, sampai sekarang tidak tahu kabarnya. Aku melakukannya spontan tidak ada rencana sama sekali," akunya.

Dia jelaskan, ketika bingung itu ia membalut bayi dan menutup kepalanya dengan celana lalu memasukannya ke dalam tong berisi air di kamar mandi. Setelah bayi dimasukan ia pergi ke rumah saudaranya yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya.

"Aku menyesal dan khilaf, aku benar-benar bingung mau dikasih makana apa bayi itu, sedangkan anak ketiga aku juga sedang sakit," terangnya menahan pilu karena harus mendekam dalam sel dan meninggalkan tiga anaknya tanpa bapak dan ibu.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
481482 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas