Kamis, 28 Mei 2015
Tribunnews.com

Bayi Ini Disekap Ibunya Dalam Gentong Berisi Air

Sabtu, 28 April 2012 01:32 WIB

Bayi Ini Disekap Ibunya Dalam Gentong Berisi Air
SRIWIJAYA POST/TARSO
Bayi mungil ini selamat dari percobaan pembunuhan ibu kandungnya sendiri, kini dititipkan di rumah Aktip, kepala Lingkungan Kelurahan Timbangan Indralaya Utara.

TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA - Entah setan apa yang merasuki jiwanya, Nurhayati (38) warga Perumahan Bumi Indralaya Permai (BIP) Blok E17 Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) nyaris membunuh bayi yang baru dilahirkannya, Kamis (26/4/2012) pukul 18.00.

Bayi perempuan mungil yang dilahirkannya sendiri di rumahnya itu dibekap dengan kain lalu dimasukan ke dalam tong berisi air.

Namun, takdir berkendak lain, meskipun rumah sudah dikunci dan ditinggalkannya, tetapi bayi mungil itu selamat setelah warga dan polisi mendobrak pintu dan masuk lalu menyelematkan bayi tersebut.

Melihat bayi masih hidup langsung dilarikan ke Puskesmas Timbangan, kini bayi dirawat di rumah Aktip, kepala Lingkungan setempat. Sementara Nurhayati berhasil diamankan polisi dan kini masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga dikejutkan dengan tangisan bayi dari dalam rumah Nurhayati. Lalu warga berusaha melihatnya tetapi pintu dikunci, sehingga warga melaporkannya ke Polres OI. Jajaran Reskrim dipimpin Kasat Reskrim Polres OI AKP Yuskar Effendi, dan Kanit Pidum Ipda Herly Setiawan,  beserta Kasubnit Timsus, Ipda Acep Atmaja, langsung mendobrak pintu dan mendapatkan bayi dalam tong plastik merah berisi air sekitar satu meter.

Sementara muka bayi tertutup kain. Anehnya bayi tidak tengelam seperti ada yang menahannya.

Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala melalui Kabag Humas Iptu Hermawansyah, kepada wartawan, Jumat (27/4/2012)  menjelaskan, setelah ibunya ditangkap dia mengaku bingung untuk menghidupi bayinya  itu,  dia sendiri sudah punya tiga anak dan satunya sedang sakit.

Halaman12
Editor: Willy Widianto
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas