Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Warga Vs Brimob Tewaskan Satu Orang di Papua

Kamis, 17 Mei 2012 01:46 WIB

Warga Vs Brimob Tewaskan Satu Orang di Papua
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Satu dari lima warga yang ditembak anggota Brimob di wilayah pendulangan emas di Desa Nomowodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, akhirnya tewas.

Sedangkan satu dari empat korban yang masih hidup, saat ini kondisinya kritis.

"Informasi yang saya terima dari lokasi kejadian, satu dari lima warga yang tertembak akhirnya tewas, namanya Melianus Kegepe. Ia mengalami luka tembak di bagian pinggang sampai tembus, dan terus mengalami pendarahan ,sebelum sempat dievakuasi dari lokasi kejadian," ujar Kapolres Paniai AKBP Anton Diance, Rabu (16/5/2012).

Saat ini, lanjut Anton, jenazah Melianus telah disemayamkan di salah satu lokasi tambang. Kemungkinan, jenazah akan dievakuasi ke Paniani atau Nabire.

"Namun, waktunya menunggu kondisi cuaca baik, karena menggunakan helikopter," imbuh Anton.

Anton menjelaskan, dari informasi yang diterima dari anggotanya dilapangan, pihak keluarga korban meninggal dan luka-luka, menolak dibawa ke Paniai atau Nabire, untuk diotopsi dan visum.

Insiden penembakan terjadi pada Selasa (15/5/2012) sekitar pukul 20.00 WIT. Empat korban lainnya adalah Lukas Kegepe (kritis akibat luka tembak pada bagian perut tembus), Amos Kegepe (luka tembak pada kaki kiri dan kanan), Alpius Kegepe (luka tembak lengan kanan), dan satu orang belum diketahui identitasnya.

Peristiwa berawal ketika sejumlah anggota Brimob mendatangi sebuah tempat permainan biliar di lokasi tambang emas tersebut. Mereka kemudian terlibat cekcok dengan kelima warga, yang berujung dengan aksi penembakan.

"Ada lima warga yang ditembak, karena membuat keonaran dan berupaya merebut senjata milik anggota kami," tutut Anton.

Menurut Anton, saat itu semua meja permainan biliar penuh. Namun, kelima warga tetap memaksa main.
"Mereka memaksa sambil marah-marah dan mengancam pemilik biliar," jelasnya.

Karena melihat sikap kelima warga bisa mengundang keonaran, pemilik biliar kemudian mendatangi Pos Brimob untuk meminta pertolongana.

Tak lama, tiga anggota Brimob datang ke sana. Ketiganya adalah Briptu Ferianto Pala, Bripda Agus, dan Bripda Edi.

Saat tiba di lokasi, anggota Brimob yang mendapatkan laporan menegur kelima warga, agar tidak membuat keributan, sambil meminta masyarakat yang berkerumun untuk membubarkan diri.

"Di saat bersamaan, Briptu Ferianto Pala yang saat itu menghadap ke arah kerumunan massa, tiba-tiba dipukul menggunakan tongkat biliar hingga jatuh. Di saat bersamaan, kelima warga berupaya merebut senjatanya," papar Anton.

Warga yang berupaya merampas senjata Briptu Ferianto, bernama Melianus Kegepe. Melihat kondisi itu, Bripda Edy mengeluarkan tembakan hingga mengenai pinggang dan tembus ke perut, sehingga korban meninggal.  

"Sesaat setelah bunyi letusan senjata, warga atas nama Lukas mengejar Bripda Edy sambil memegang pisau dan hendak menikamnya. Merasa terdesak, Bripda Edy mengeluarkan letusan dan mengenai perut korban," terang Anton.

Kondisi itu membuat suasana semakin kisruh. Tiga warga lain yang berupaya membela temannya yang ditembak, berusaha mengejar anggota Brimob yang menembak. Lalu anggota kemudian menembak mereka.
"Suasana menjadi ribut, dan diperkirakan peristiwa ini direncanakan, dengan tujuan memancing anggota," duga Anton.

Ketiga anggota Brimob juga mengalami luka-luka akibat serangan warga. Briptu Ferianto mengalami luka pada bagian wajah akibat pukulan benda tumpul.

Bripda Agus mengalami luka pada tangan kanan akibat sabetan pisau, dan Bripda Edy mengalami lecet pada tangan kiri. (*)

Berita Regional Terkini

Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas