Sabtu, 1 Agustus 2015
Tribunnews.com

Mantan Napi Bongkar Pungutan Liar di Rutan Samarinda

Minggu, 27 Mei 2012 07:07 WIB

Mantan Napi Bongkar Pungutan Liar di Rutan Samarinda
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Aditia (28), mantan narapidana kasus narkotika yang baru saja bebas pada Rabu 23 Mei lalu, membongkar dugaan praktek pungutan liar di Rumah Tahanan Negara Klas II A Samarinda.

Kepada tribunkaltim.co.id, Sabtu (26/5/2012), Aditia bercerita blak-blakan tentang pungutan liar dan perlakuan tidak adil dari para pegawai Rutan terhadap warga binaan.

Menurut dia, selama dirinya berada di dalam tahanan, sejak itupula dia merasakan penderitaan dan diperlakukan tidak adil oleh pegawai Rutan.

"Setiap bulan, saya dan teman-teman dipungut pegawai Rutan Rp 50.000 per orang, katanya uang itu buat bayar kamar dan perawatan bangunan. Dan pungutan itu berlaku di seluruh blok," beber Aditia.

Bagi warga binaan yang tidak mampu bayar iuran 50 ribu, kata Aditia, akan dipekerjakan sebagai tamping atau petugas kebersihan, sementara warga binaan yang banyak uang, mereka santai-santai saja di dalam Rutan.

Selain diwajibkan membayar Rp 50 ribu per bulan, napi atau tahanan yang hendak menemui keluarga yang besuk, dipungut Rp 5.000, dengan waktu pertemuan maksimal 15 menit.

"Kalau lewat 15 menit, kita nambah (uang) lagi, tergantung lamanya waktu yang kita inginkan. Kalau kita minta tambah 15 menit, maka nambah jadinya Rp 10 ribu," ungkap warga Bengalon Kutai Timur ini.

Halaman123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas