• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribunnews.com

Ada Honorer Siluman di Aceh Barat

Selasa, 29 Mei 2012 10:59 WIB
Ada Honorer Siluman di Aceh Barat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ratusan guru honorer

TRIBUNNEWS.COM - ISU adanya honorer siluman di Aceh Barat merebak sejak awal April 2012 setelah tersiar pengumuman Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang nama-nama honorer dari kabupaten tersebut yang dinyatakan lulus verifikasi guna diangkat menjadi CPNS.

Berdasarkan pengumuman BKN, tercatat sebanyak 386 pegawai honor jajaran Pemkab Aceh Barat yang dinyatakan lulus verifikasi. Satu per satu nama-nama tersebut diperiksa oleh berbagai kalangan di Aceh Barat, termasuk oleh honorer yang memang merasa mendapatkan hak untuk lulus.

Tak lama setelah pengumuman itu tersiar, anggota DPRK Aceh Barat bersuara. Pihak dewan mensinyalir ada yang tak beres dalam paket 386 itu. Apalagi berdasarkan penelusuran dan laporan yang masuk ke dewan, di antara nama-nama yang tercatat lulus banyak yang tak dikenal dan diyakini tak pernah honor sejak 2005.

Karena adanya dugaan ketidakberesan pada proses pengusulan dan verifikasi di tingkat daerah, maka DPRK Aceh Barat membentuk Tim Pansus (Panitia Khusus) Honorer yang diketuai Barnawi dengan anggota tim masing-masing Ramli SE, Abdul Kadir, Ibnu Abbas, Nurhayati Ama, H Ilyas Yusuf SpdI, Tgk Syarifuddin Uhan SpdI, Drs Syamsul Bahri, Samsul Bahri, H Amri HR SE, Mufril, dan Taufik Ali.

Pada 23 Mei 2012, Serambi mewawancarai Ketua Tim Pansus DPRK Aceh Barat, Barnawi. Menurut Barmawi, tujuan utama pembentukan pansus karena banyak honorer yang tugas sejak 2005 tidak lulus, tetapi yang lulus malah honorer tahun 2006 ke atas. Ada dugaan terjadi permainan seperti manipulasi data. “Inilah yang antara lain sasaran pengusutan tim,” kata Barmawi.

Hingga 23 Mei 2012, Tim Pansus DPRK Aceh Barat telah menemukan sebanyak 13 honorer yang dinyatakan lulus verifikasi namun terindikasi memalsukan masa kerja. Pansus secara terbuka mengumumkan inisial ke-13 honorer siluman yang sudah terlacak itu, masing-masing AD, RR, TF, DS (Dinas Pendidikan), DW, HW, TM (Dinas Perhubungan), OY (Dinas Sosial), SY, SU (Setdakab), YU (Setcam Woyla Timur), TG (Setcam Woyla), dan MA (Satpol PP/WH).

“Tugas kita belum berakhir. Pada saatnya nanti kita akan beberkan semua yang kita temukan dan berharap polisi bisa menuntaskan pengusutan ini secara hukum,” tandas Barmawi.

Kapores Aceh Barat, AKBP Artanto SIK yang ditanyai Serambi menyatakan siap mengusut kasus itu. “Persoalan itu masih diselidiki oleh tim DPRK dan biarkan saja dulu mereka, nanti kalau sudah diserahkan ke kita baru itu menjadi ranah hukum dan pasti akan dilakukan pemeriksan dan kita siap mengusut,” demikian pernyataan Kapolres Aceh Barat kepada Serambi, beberapa hari lalu.(Serambi Indonesia/Rizwan/Nasir Nurdin)

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
571971 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas