• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Proyek Perumahan Pemerintah Pusat di Belu Gagal

Rabu, 30 Mei 2012 19:47 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong

TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Proyek perumahan di Kabupaten Belu dari pemerintah pusat yang dibangun selama tahun 2011 gagal total dan hanya 10 persen yang berhasil. Pasalnya, proyek perumahan yang ada menggunakan kontraktor dari luar yang kurang memahami karakteristik kewilayahan di Belu. Untuk itu ke depan, perlu dipikirkan pemberdayaan kontraktor lokal yang sangat paham kondisi di Belu.

Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, BA, menyampaikan hal ini seusai bertatap muka dengan tim Komisi B DPRD NTT, dipimpin Ketua Komisi B, Emiliana Nomleni, di Kantor Bupati Belu, Selasa (29/5/2012).

Wabup Taolin mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Belu sangat respons terhadap kunjungan pimpinan dan anggota Komisi B DPRD NTT secara lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa dewan sangat respek untuk melihat secara langsung program pembangunan di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Dalam pertemuan dengan Komisi B DPRD NTT, kata Taolin, dirinya menyampaikan secara terus terang bahwa program perumahan selama tahun 2011 gagal total. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian dewan agar ke depan perlu memikirkan pola pembangunan perumahan secara lebih baik.

"Perumahan program pemerintah pusat dalam tahun 2011 memang harus diakui gagal total. Sekarang mau dilanjutkan untuk tahun 2012. Saya sampaikan kepada kalangan dewan, tolong diperhatikan mengenai mutu pekerjaan proyek perumahan itu. Selama ini proyek perumahan menggunakan kontraktor dari luar yang tidak mengetahui karakteristik wilayah Belu. Makanya untuk ke depan perlu dipikirkan pemberdayaan kontraktor lokal karena mereka sangat memahami kondisi geografis Belu," ujar Taolin.

Wabup juga mengusulkan agar setiap proyek pembangunan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi perlu dikooordinasikan dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kabupaten. Hal ini dimaksudkan agar daerah bisa melakukan pengawasan sehingga tidak terkesan asal nyelonong.

Terhadap proyek pembangunan di Belu, Ketua Komisi B DPRD NTT, Emiliana Nomleni, mengatakan, kehadiran mereka di Belu dimaksudkan untuk melihat secara langsung proyek pembangunan yang ada. Titik fokus perhatian Komisi B selain proyek perumahan juga PLTU Afuik dan TPI Atapupu. Khusus untuk proyek perumahan, katanya, dewan berkewajiban untuk melihat kondisi lapangan apakah pekerjaannya sudah sesuai prosedur, sebelum proyek peluncuran lagi tahun 2012.

"Kita datang di Belu bukan untuk mencari siapa yang salah, siapa yang benar. Tapi kita cari solusi terbaik agar ke depan persoalan yang pernah terjadi tidak terulang lagi. Intinya bahwa semua program pemerintah harus dinikmati secara layak oleh masyarakat," kata Nomleni.

Baca juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
577301 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas