Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Teguh: Jangan Ada The Jakmania Injakkan Kaki di Tanah Sunda

Rabu, 30 Mei 2012 20:11 WIB

Teguh: Jangan Ada The Jakmania Injakkan Kaki di Tanah Sunda
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
LEMAS - Iip Saripah, ibu kandung Rangga Cipta Nugraha terbaring lemas seusai melihat jenazah anaknya di rumah duka di Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), RT 5/ 4, Kampung Pasirleutik, Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, TMgucis

TRIBUNEWS.COM, BANDUNG - Satu di antara tiga suporter tewas usai menyaksikan laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (27/5/2012) sore, ternyata anggota Viking. Korban itu bernama Rangga Cipta Nugraha, putra pertama dari pasangan Aad Kosasih dan Iip Saripah.

Tak pelak, sejak pukul 10.00 pagi ratusan anggota Viking Persib Club yang mendengar kabar itu langsung berkumpul di rumah duka Rangga yang berada di Jalan Raden Edang Suanda, Kampung Pasir Leutik, Desa Padasuka, Kecamatan Cimeunyan Kabupaten Bandung, RT 02/RW 04.

Kedatangan mereka dalam rangka menyambut Rangga Cipta Nugraha dari Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum Rangga bekerja sehari-hari di jasa pengiriman DHL Jakarta Pusat. Kebetulan dia yang mendapatkan libur menyaksikan pertandingan laga Persib kontra Persija. Rangga dikabarkan duduk di Tribun sektor selatan Stadion GBK. Di mana tempat itu merupakan berdiamnya garis keras The Jakmania.

Tanpa disadari Rangga, secara spontan girang di tengah para pendukung The Jakmania saat sang kapten Persib Bandung, Maman Abdurahman mampu menyamakan kedudukan skor menjadi 2-2.

Tak pelak, Rangga menjadi incaran oknum suporter lawan. Hingga pada akhirnya di luar stadion dia diseret dan dikeroyok hingga akhirnya harus mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta Minggu (27/5/2012) malam.

Rangga tewas dengan tubuh penuh luka memar dan wajahnya rusak parah akibat benda tajam dan tumpul setelah dikeroyok massa suporter Persija usai pertandingan. Kabarnya, kepalanya pecah dan wajahnya rusak akibat sayatan benda tajam.

Jenazah Rangga baru diketahui keluarganya pada Senin (28/5/2012) pukul 18.00 WIB setelah mendapat telepon dari pihak RSCM. Kemudian, pihak keluarganya segera menuju Jakarta untuk memastikan jasad Rangga.

Aad dan Iip membenarkan bahwa yang menjadi korban kebrutalan oknum suporter Persija adalah Rangga ketika melihat ciri-ciri dari anaknya.

Rangga pun tiba di Bandung pukul 16.10 WIB dengan menggunakan mobil jenazah nomor polisi B 1162 FFZ. Tangisan pun memecah disertai teriakan Allahu Akbar.

Ibu korban Iip tak kuasa menahan tangis. Putra pertama dari pasangan dari Aad dan Iif dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cimuncang, Kabupaten Bandung.

Ratusan bobotoh yang menunggu sejak pagi pun turut mengumandangkan takbir saat keranda jenazah diusung menuju rumah duka. Setelah dimandikan ulang dan disalatkan di Masjid Al-Karimah yang tak jauh dari rumahnya, jenazah kemudian diusung lagi menuju TPU.

Tepat di bawah pohon alpukat di TPU Cimuncang, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5/2012) sore, jenazah Rangga Cipta Nugraha (22), secara perlahan diturunkan ke liang lahat.

Isak tangis keluarga almarhum pun mengiringi dan mewarnai suasana pemakaman yang begitu hening. Awan mendung dibarengi hujan gerimis tak menyurutkan niat para pelayat untuk tetap menyaksikan proses pemakaman.

Hingga kemudian lantunan Surat Al Fatihah terdengar dan menggema sebagai tanda usainya proses pemakaman.

Tak ayal, ratusan pelayat yang menyaksikan dan mengantarkan Rangga hingga ke liang lahat pun berduyun-duyun meninggalkan TPU. Jam pun menunjukkan pukul 17.15 WIB namun hanya Aad, yang masih berdiri tepat di sebelah kiri makam anak tercintanya.

Aad pun terlihat tak bisa menyembunyikan kesedihannya kala melihat padung tertancap di atas pusara. Namun, dia tetap bersikap tegar atas nasib yang menimpa anaknya dengan tersenyum sembari menyalami para pelayat, termasuk Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar. "Sabar, sabar," demikian ucap para pelayat yang memeluk Aad.

Ayah tiri korban, Teguh Rianto (42), ketika ditemui wartawan berharap, ke depan tidak ada lagi korban seperti anaknya ketika menyaksikan pertandingan sepakbola di Indonesia.

"Semoga Rangga menjadi korban terakhir dalam kekerasan suporter," ujarnya di Jalan Raden Edang Suwanda, Terusan Cimuncang, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5/2012) sore.

Teguh pun ingin kasus kekerasan yang menimpa anaknya diusut tuntas oleh pihak kepolisian yang berwenang. Bahkan, Teguh mengancam nama suporter yang digunakan oknum pembunuh anaknya dilarang menginjakkan kaki di Kota Bandung.

"Sebelum kasus selesai jangan ada The Jakmania menginjakkan kaki di tatar (tanah) Sunda," ujar Teguh.

Berita Terkait: Suporter Tewas di GBK
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas