Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Polisi Buru Penganiaya Bobotoh Persib

Kamis, 31 Mei 2012 03:46 WIB

Polisi Buru Penganiaya Bobotoh Persib
Kaskus

TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG-- Polisi berjanji mengusut tuntas kasus tewasnya tiga suporter termasuk bobotoh Persib Bandung Rangga Cipta Nugraha. Ketiga suporter ini tewas setelah laga Persib yang dijamu Persija Jakarta, Minggu (27/5) sore.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) H Umuh Muchtar menuturkan, Persib menyerahkan kasus ini untuk ditangani polisi. Apalagi kejadian ini sudah masuk dalam tindak pidana.

"Kami sepenuhnya menyerahkan hal ini kepada pihak yang berwajib," katanya kepada Tribun, Rabu (27/5).

Ia menyesalkan kejadian tewasnya bobotoh Persib terjadi. Umuh meminta panitia pelaksana pertandingan Persija bertanggung jawab mengenai hal ini.

Malam sebelumnya, empat perwakilan pemain Persib dan juga pelatih kiper Anwar Sanusi menyambangi rumah orang tua Rangga di kawasan Padasuka. Mereka mengucapkan bela sungkawa atas tragedi ini.

Perwakilan pemain yang datang ke rumah duka adalah Kapten Persib Maman Abdurahman, Cecep Supriatna, Atep dan Airlangga Sutjipto. Anwar menuturkan mereka terharu dengan perjuangan almarhum dalam mendukung tim kebanggannya.

Terpisah, Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna, mengatakan kepolisian akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan tiga suporter hingga tewas setelah pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, beberapa waktu lalu. Dia pun menekankan akan meminta pertanggungjawaban sejumlah pihak atas kasus tersebut.

"Tidak ada yang namanya lepas tangan. Masalah keamanan, baik di dalam stadion maupun di luar, merupakan tanggung jawab polisi. Kami meminta maaf kepada masyarakat. Sama- sama, kita akan menelusuri motifnya apa," kata Nanan saat ditemui di Lembang, Rabu (30/5).

Nanan menuturkan, pertandingan sepak bola merupakan sebuah hiburan masyarakat. Dirinya menyayangkan jika hiburan yang bertujuan membahagiakan warga malah menjadi bencana. Nanan memohon, baik kepada warga Bandung, maupun Jakarta, untuk selalu menjaga kedamaian, terlebih dalam sebuah pertadingan sepak bola yang selalu mengedepankan sportivitas.

Sampai kemarin, Polda Metro Jaya sudah memeriksa delapan belas orang saksi terkait tewasnya tiga suporter.

"Dari 18 orang saksi ini, ada polisi yang ikut membantu korban, suporter lainnya, dan masyarakat sekitar," ucap Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto, Rabu (30/5).

Polda menjamin akan mengungkap pelaku dalam kasus ini. Kerja sama dengan pengurus The Jakmania juga sudah dilakukan. "Bagi siapa yang melihat ataupun sempat merekam melalui kamera handphone bisa diserahkan kepada pengurus Jakmania dan polisi," kata Toni.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas