Papua Memanas

Prajurit TNI dan Dua Warga Sipil Ditembak di Papua

Dua warga sipil dan satu prajurit TNI ditembak orang tidak dikenal, Selasa (5/6) malam, di dua tempat berbeda.

Prajurit TNI dan Dua Warga Sipil Ditembak di Papua
TRIBUNNEWS.COM/CHANRY ANDREW SURIPATTY
Iqbal Rivai, salah satu korban penembakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal di kawasan Kota Jayapura, Selasa (05/06/2012) malam, saat dibawa petugas medis RSUD Dok II ke ruang ICU untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Laporan Kontributor TRIBUNnews.com, Chanry Andrew Suripatty

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Penembakan misterius kembali terjadi di Jayapura, Papua. Dua warga sipil dan satu prajurit TNI ditembak orang tidak dikenal, Selasa (5/6) malam, di dua tempat berbeda.

Penelesuran TRIBUNnews.com, ketiga korban dibawa ke ruang UGD RSUD Dok 2 Kota Jayapura.

Korban penembakan diidentifikasi sebagai Pratu Doengki Kune, anggota Denzipur/X Waena dan dua warga sipil, Iqbal Rivai (22), warga Hamadi Pasar, dan Hardi Jayanto, (22) warga Kloofkamp.

Penembakan pertama terjadi di Jalan Abepura-Entrop, Perumahan Pemda I Entrop, sekitar pukul 21.45 WIT atau pukul 23.45 WIB.

Ketika itu, Pratu Doengki Kune baru pulang dari mengantar temannya, Brigadir Polisi Ida di Mess Polwan Dok V Jayapura.

Dalam perjalanan menuju rumahnya, sekitar pukul 22.00 WIT, tepat di tikungan Surabaya Motor, Jl Abepura- Entrop, distrik Jayapura Selatan, korban dipepet motor Tiger warna merah yang dikendarai dua orang. Pelaku menembak dari jarak dekat.

Korban mengalami luka tembak pada bagian bawah dagu sebelah kanan tembus ke sebelah kiri, tulang dagu pecah.

Sekitar pukul 22.20 WIT korban di bawah ke RSUD Dok 2 oleh saksi. Korban langsung dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa penembakan kedua terjadi di depan Pelabuhan Porasco Jayapura, tepatnya di samping markas Polda Papua sekitar pukul 22.10 WIT.

Ikbal Rifai dan Ardi Jayanto ditembak dua orang pengendara motor. Ikbal menderita luka tembak di pinggang kanan tembus ke perut kanan.

Adapun Ardi Jayanto terkena tembakan di pinggang bagian belakang.

Ceritanya, sekitar pukul 22.00 WIT, kedua korban baru selesai makan di Rumah Makan Duta, dan hendak pulang ke rumah dengan menggunakan motor Beat DS 2410 RA.

Dalam perjalanan pulang, korban merasa diikuti dari belakang oleh motor. Namun tidak bisa melihat dengan jelas karena tidak memakai kaca mata, lalu tiba-tiba terdengar suara tembakan sebanyak satu kali.

Kemudian korban meraba perut karena merasa basah akibat adanya cairan. Ternyata cairan itu darah. Walhasil, korban langsung berinisiatif ke rumah sakit. Saat ini korban dirawat di UGD dok 2.(*)

Berita Terkait: Papua Memanas
Editor: Dahlan Dahi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help