Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Bonek Masuk Kediri Dihalau

Kamis, 7 Juni 2012 12:31 WIB

Bonek Masuk Kediri Dihalau
HARIAN SURYA/Erfan Hazransyah
Kerusuhan kembali melanda dunia sepak bola Indonesia. Kali ini di Surabaya, seorang bonek (sebutan untuk pendukung Persebaya Surabaya) tewas dalam kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Persija Jakarta di stadion Tambak Sari, Minggu (03/06/12) petang. (Surya/Erfan Hazransyah)

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Meski Persebaya harus menjalani laga tanpa penonton, namun Bonek (suporter Persebaya) dikhawatirkan datang ke Kediri. Oleh karena itu, polisi menutup akses masuk ke Kota Kediri bagi Bonek. Penjagaan ini menyusul digelarnya laga tanpa penonton dalam babak delapan besar Piala Indonesia 2012 antara Persik kontra Persebaya di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (7/6/2012).

Petugas ditempatkan di beberapa titik perbatasan, serta akses transportasi umum seperti terminal dan stasiun kereta api. Tidak hanya polisi, pendukung Persik yang berjuluk Persikmania juga turut menghalau kedatangan Bonek. Mereka menanggalkan atribut Persik dengan hanya menggunakan kode pita ungu yang tersemat di lengan.

Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik M.Hanif mengatakan, pihaknya berupaya konsisten mendukung kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini menurutnya demi kebaikan bersama. "Kita telah berkoordinasi dengan Bonek dan hasilnya sama-sama memahami," kata M.Hanif, saat ditemui di Stasiun Kediri, siang ini.

Pantauan di Stasiun Kediri, suasana masih sepi dari kedatangan Bonek. Pada Kereta Api Rapih Doho yang baru datang dari Surabaya, juga tidak terlihat adanya Bonek.

Kepala sub bagian Humas Polres Kediri Kota, Ajun Komisaris Surono mengatakan, hingga siang ini pihaknya telah memulangkan ratusan Bonek. Selain dipulangkan, konvoi Bonek di dua tempat yaitu di Badas dan perbatasan Mengkreng juga diarahkan kembali ke Surabaya.

"Untuk pengamanan laga ini disiagakan 1.086 personel gabungan dari Polri, TNI serta Satpol.PP," kata Surono.

Sebelumnya laga sepakbola ini hampir gagal digelar. Penyebabnya karena faktor keamanan menyusul terjadinya kisruh suporter di beberapa tempat. Hingga akhirnya otoritas keamanan menyetujui digelar dengan syarat tanpa penonton.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas