• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

DPRD Tutup Telinga, Orang Kecewa Ini Tutup Mulut

Selasa, 12 Juni 2012 06:50 WIB
DPRD Tutup Telinga, Orang Kecewa Ini Tutup Mulut
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Muslim bersama tujuh warga Pulau Padang Riau melakukan aksi jahit mulut di depan gedung DPR , Senin (19/12/2011). Aksi jahit mulut yang dilakukan delapan warga ini untuk menolak kegiatan PT.Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -  Merasa tak diperhatikan atau didengarkan oleh DPR yang dulu mereka pilih, akhirnya dua orang petani yang melakukan aksi mogok makan di depan gedung DPRD Sumut, memenuhi janjinya. Semalam mereka menjahit mulut mereka sendiri.

"Ini bentuk kekecewaan terhadap dewan yang masih menutup matanya terhadap persoalan rakyat. Ini sudah tekad mereka, kita sudah menasihati untuk tidak melakukan aksi ini," tegas Irfan Fadila Mawi, Kadiv SDA LBH Medan, Senin (11/6/2012) malam.

Lanjutnya, kalau DPRD Sumut masih juga belum bisa menentukan sikap, maka aksi ini akan terus berlanjut dengan penambahan peserta jahit mulut setiap harinya sampai persoalan selesai. Senin malam, kata dia, sudah ada penambahan jumlah massa dari daerah sebagai bentuk solidaritas dan dukungan.

"Satu persatu petani akan menjahit mulutnya. Penambahan massa aksi dari daerah juga sudah terjadi, malam ini sudah bergabung empat orang. Mereka bilang, kalau balik ke kampung mati juga, kena buldoser. Lebih baik mati di sini," kata Irfan lagi.

Dua petani yang menjahit mulutnya adalah Norman Sidabutar(36) dan Parto Silitonga (32). Mereka tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri asal Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang melakukan aksi mogok makan dengan melakban mulutnya dan mendirikan tenda darurat di depan gedung DPRD Sumut.

Mereka datang ke Kota Medan melakukan aksinya sejak Rabu (7/6/2012). Aksi ini mereka lakukan untuk menentang apa yang mereka sebut sebagai penyerobotan, perusakan lahan, dan kriminalisasi petani yang dilakukan PT SRL dan PT SSL di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Palas.

Memasuki hari ketujuh, kondisi kesehatan mereka terus melemah. Manuari Sidauruk (49), salah seorang petani, jatuh pingsan dan sempat dilarikan ke RSI Malahayati Medan. "Kapolda Sumut tak gentar dengan gerakan rakyat, kita minta dukungan semua pihak untuk bersatu melawan ketidakadilan," tegas Irfan.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
616181 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas