• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Lelang Agunan Tekan Kredit Macet

Rabu, 13 Juni 2012 10:58 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Melelang agunan debitur yang kreditnya macet menjadi pilihan perbankan. Itu menjadi salah satu cara untuk menekan angka non performing loan (NPL) atau kredit macet.

Tidak sedikit, nasabah yang kreditnya macet agunannya berakhir pada pelelangan. Alasan perbankan melelang agunan itu untuk menutupi utang dari debitur kepada bank.

"Nasabah tidak mampu membayar angsuran, makanya aset nasabah yang diagunkan itu dilelang dan diumumkan pada media massa," ungkap Pemimpin BNI Jambi, Bastian kepada Tribun, Selasa (12/6).

Bastian bilang, pihaknya tetap akan mengkonfirmasi ke nasabah sebelum dilakukan ke pelelangan. Bila nasabah tak mampu lagi melunasi utangnya, pelelangan jadi alternatif yang dipilih.

Tak jarang, ada pula nasabah yang meminta agunannya tidak dilelang. Solusinya, kata Basrian, nasabah mencari orang untuk membeli agunan untuk kemudian melunasi utang tersebut.

“Itu sah-sah saja, kalau diumumkan mungkin mereka akan malu dan berpengaruh juga dengan nama perusahaan mereka,” paparnya.

Dalam lelang, yang dicari tentu adalah harga yang tertinggi. Tapi pengakuan Bastian, tidak semua uang hasil lelang masuk ke bank. Ambil contoh, utang debitur kepada bank sebesar Rp 100 juta, sementara agunan terjual Rp 120 juta. Maka, sebutnya, kelebihan Rp 20 juta dikembalikan kepada nasabah.
"Adanya pelelangan ini sangat efektif untuk menekankan angka kredit di perbankan," ujarnya menegaskan.

Dikonfirmasi terpisah, Pemimpin BRI Cabang Jambi, Jannus Siagian mengatakan hal senada. BRI memilih melakukan pelelangan untuk menekankan angka kredit macet. Dia mengatakan, sudah ketentuan bahwa, apabila nasabah tidak sanggup membayar utang, aset yang diagunkan akan dilelang.

Syok Terapi

Pelelangan yang dilakukan oleh perbankan akan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKLN). Sebelum proses lelang terjadi, perbankan akan berkordinas dengan KPKLN untuk selanjutnya diumumkan akan adanya pelelangan itu di media massa.

Kepala KPKLN Lelang Jambi, Indra Safri menilai apa yang dilakukan perbankan terhadap agunan debitur itu juga sebagai syok terapi.

"Pengumuman lelang itu bisa jadi syok terapi untuk nasabah yang nunggak. Kadang belum sempat dilelang, agunan itu sudah ditebus duluan,” ujarnya kepada Tribun kemarin.

Di KPKLN Jambi menurutnya, dalam setahun ada sekira 200 permintaan lelang. Dari jumlah itu 50 persennya berasal dari perbankan termasuk di antaranya bank swasata.

“Tapi tidak semua agunan yang dilelang laku. 10 persen agunan yang laku itu sudah bisa dikatakan bagus,” tuturnya didampingi salah seorang kepala seksi KPKLN Jambi, Artha.

Dia menilai, banyak faktor yang membuat recovery rate lelang tinggi. Misalnya, lokasi agunan strategis. Ini akan membuat debitur yang asetnya dilelang berupaya bagaimana agunannya tak lepas, sementara peserta lelang juga berupaya mendapatkannya. (dry/wan)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi
0 KOMENTAR
620411 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas