Lelang Agunan Tekan Kredit Macet

Rabu, 13 Juni 2012 10:58 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Melelang agunan debitur yang kreditnya macet menjadi pilihan perbankan. Itu menjadi salah satu cara untuk menekan angka non performing loan (NPL) atau kredit macet.

Tidak sedikit, nasabah yang kreditnya macet agunannya berakhir pada pelelangan. Alasan perbankan melelang agunan itu untuk menutupi utang dari debitur kepada bank.

"Nasabah tidak mampu membayar angsuran, makanya aset nasabah yang diagunkan itu dilelang dan diumumkan pada media massa," ungkap Pemimpin BNI Jambi, Bastian kepada Tribun, Selasa (12/6).

Bastian bilang, pihaknya tetap akan mengkonfirmasi ke nasabah sebelum dilakukan ke pelelangan. Bila nasabah tak mampu lagi melunasi utangnya, pelelangan jadi alternatif yang dipilih.

Tak jarang, ada pula nasabah yang meminta agunannya tidak dilelang. Solusinya, kata Basrian, nasabah mencari orang untuk membeli agunan untuk kemudian melunasi utang tersebut.

“Itu sah-sah saja, kalau diumumkan mungkin mereka akan malu dan berpengaruh juga dengan nama perusahaan mereka,” paparnya.

Dalam lelang, yang dicari tentu adalah harga yang tertinggi. Tapi pengakuan Bastian, tidak semua uang hasil lelang masuk ke bank. Ambil contoh, utang debitur kepada bank sebesar Rp 100 juta, sementara agunan terjual Rp 120 juta. Maka, sebutnya, kelebihan Rp 20 juta dikembalikan kepada nasabah.
"Adanya pelelangan ini sangat efektif untuk menekankan angka kredit di perbankan," ujarnya menegaskan.

Halaman
123
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help