Minggu, 5 Juli 2015
Tribunnews.com

Menengok Budidaya Semut Rang-rang di Desa Sumber Wangi

Rabu, 13 Juni 2012 10:49 WIB

Menengok Budidaya Semut Rang-rang di Desa Sumber Wangi
Menengok Budidaya Semut Rang-rang di Desa Sumber Wangi

TRIBUNNEWS.COM  LAMPUNG  - Tingginya permintaan akan telur semut rang-rang atau sering disebut kroto di Kalianda dan beberapa daerah sekitarnya, dilihat oleh beberapa warga di Desa Sumber Wangi dan Sukarandep Kecamatan Sragi sebagai sebuah peluang usaha sampingan yang cukup menjanjikan.

Apalagi harga kroto dipasaran saat ini cukup tinggi. Yakni mencapai Rp.70 ribu hingga Rp.100 perkilogram. Sebuah harga yang sangat menggiurkan dan menjanjikan tambahan penghasilan yang cukup memadai.

Mulai sulitnya mencari sarang semut rang-rang dikawasan hutan dan kebun saat ini, melahirkan ide bagi mereka untuk menernakan (budidaya) semut berwarna merah yang memiliki gigitan cukup menyakitkan tersebut.

Salah satu yang mulai melakukan budidaya semut rang-rang yakni Suyadi alias Gombloh. Warga Desa Sumber Wangi tersebut sudah mula membudidayakan semut rang-rang sejak setengah bulan lalu.

Awalnya, menurutnya, ia sering mencari sarang rang-rang dikebun atau dihutan yang ada disekat desanya untuk kemudian dijual kepada pedagang burung. Namun pada satu waktu, seorang temannya menawarkan ide untuk membudidayakan semut yang memiliki gigitan cukup menyakitan itu. Temannya tersebut, mendapatkan ide untuk membudidayakan semut rang-rang dari internet.

“Saya pikir ide tersebut cukup baik. Sebab harga kroto saat ini dipasaran cukup tinggi. Lalu untuk mencari sarang semut rang-rang pun sudah mulai sulit,” ungkapnya kepada Tribunlampung, Rabu (13/6/2012).

Ia pun kemudian menyiapkan sebuah rak khusus untuk membudidayakan semut rang-rang dirumahnya. Media yang digunakannya untuk menjadi tempat semut bertelur pun cukup sederhana. Yakni toples pelastik.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas