Papua Memanas

Polisi Temukan Pistol dan Peluru Dalam Tas Mako Tabuni

Tim khusus dari Kepolisian Daerah Papua menemukan satu pistol jenis Taurus dan 16 peluru caliber

Polisi Temukan Pistol dan Peluru Dalam Tas Mako Tabuni
Chanry Andrew Suripatty
Wakil Ketua KNPB Mako Tabuni saat masih hidup sedang memberikan keterangan pers kepada wartawan di Halaman Kantor DPRD Papua, Jumat (8/6/2012).

Laporan Kontributor Tribunnews.com, Chanry Andrew Suripatty

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Tim khusus dari Kepolisian Daerah Papua menemukan satu pistol jenis Taurus dan 16 peluru caliber 38 dalam tas Koordinator Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni saat diperiksa aparat di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

Kapolda Papua, Irjen Bigman L. Tobing membenarkan hal tersebut saat menjumpai wartawan di Mapolda Papua, Kamis (14/6/2012) sore. Menurut Kapolda senjata tersebut akan dikirimkan ke Puslabfor Polri untuk diidentifikasi apakah berkaitan dengan teror penembakan yang selama ini terjadi di Jayapura.

“Jadi, saat diperiksa di rumah sakit di tasnya ditemukan pistol jenis Taurus dan 16 peluru caliber 38. Terhadap ini kita masih melakukan pengusutan. Dan dari penemuan senjata inilah menjadi kunci dari semua ini. Mudah-mudahan dari hasil uji labfor bisa ketahuan nanti hasilnya,” tegas Kapolda.

Dikatakan Kapolda, selain Mako Tabuni, pihak kepolisian saat ini masih mencari sejumlah komplotan yang diduga berkaitan dengan aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh pelaku atau diotaki oleh kelompoknya.

“Jadi, dari MT ini ada terindikasi 7 kasus yang memiliki keterlibatannya dengan korban. Bahkan ada 8 atau 9 orang yang saat ini akan kita kejar selain MT. Ya kita tunggu saja, dan harapan saya supaya masyarakat sikapi ini tidak perlu ragu-ragu. Kalau memang mengetahui ada yang melakukan tindakan dilaporkan. Kita juga akan amankan dan yakinkan masyarakat supaya tempat itu aman. Pokoknya kita akan tingkatkan pengamanan khusus di daerah rusuh maupun tempat yang dianggap rawan,” jelasnya.

Penulis: Chanry Suripatty
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help