Papua Memanas

Polres Jayapura: Belum Ada yang Ditangkap Terkait Kerusuhan

Kapolres Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Alfred Papare, yang ditemui wartawan dilokasi

Polres Jayapura: Belum Ada yang Ditangkap Terkait Kerusuhan
Tribunnews.com/Cas
Wakapolda Papua Brigjend Polisi Paulus Waterpauw di kawal ketat pasukan khusus Densus 88 Brimob Polda Papua ketika melakukan peninjauan ke lokasi kerusuhan Kamis (14/6/2012) siang tadi.

Laporan Kontributor Tribunnews.com, Chanry Andrew Suripatty

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA  – Kapolres Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Alfred Papare, yang ditemui wartawan di lokasi kejadian menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada yang ditangkap akibat kerusuhan yang terjadi di Jayapura, Kamis (14/6/2012) pagi.

“Untuk sementara belum ada yang ditangkap, namun kami sedang menginventarisir beberapa korban kerugian benda yang ditimbulkan akibat kerusuhan tadi pagi,” ujar AKBP Alfred Papare.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa saat ini pihaknya juga masih fokus kepada pengejaran pelaku-pelaku yang melakukan pembakaran ruko dan mobil serta motor-motor yang ada. Selain seorang warga yang tewas, seorang aktivis pro Papua Merdeka, Mako Tabuni juga ditembak oleh aparat.

Dari data yang dihimpun Tribunnews.com , tercatat sekitar 20-an motor-motor terbakar, dua mobil  avansa dan sebuah mobil pick up terbuka serta sekitar 5 rumah took (ruko) dan sebuah bengkel motor.
Disamping itu, terlihat beberapa kaca-kaca rumah warga dan kios-kiso kecil sekitar lokasi kejadian juga terjadi pengrusakan oleh massa yang membuat onar sekitar sejak pagi.

Selain itu, terjadi kerusuhan juga di sekitar Expo Waena, yang mengkibatkan adanya penganiayaan terhadap anak sekolah SMU kelas III atas nama Indra Parae hingga tangan terpotong, dari informasi yang diterima korban dilarikan kerumah sakit terdekat, namun akibat kekurangan darah korban meninggal dunia.

Akibat kejadian ini beberapa sekolah dan warga kota tidak melakukan aktivitas, termasuk sekolah-sekolah diliburkan, seperti diwilayah Abepura yang menjadi kota pendidikan, orang tua murid banyak yang jemput anak-anaknya yang masih sekolah.

Sedangkan aparat keamanan gabungan TNI/Polri yang turun kelokasi kejadian, sebanyak sekitar 6 truk polisi, 3 truk tentara dan 2 panser polisi.

Hingga Kamis sore situasi sudah kondusif, namun warga takut beraktivitas. Tampak pula hadir Wakapolda Papua, Paulus Waterpauw yang berbicara lansung kepada mahasiswa dia asrama Uncen untuk diarahkan agar lebih utamakan pendidikan dan masa depan, serta Kapolda Papua dan aparat TNI yang turun mengamankan kejadian di perumnas III Waena.

Baca juga:

Penulis: Chanry Suripatty
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help