Senin, 30 Maret 2015
Tribunnews.com

Pedagang: Enakan Jualan ke Malaysia daripada ke Indonesia

Minggu, 24 Juni 2012 01:22 WIB

Pedagang: Enakan Jualan ke Malaysia daripada ke Indonesia
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Bupati bersama pejabat Adpel Nunukan, Selasa (13/3/2012), meninjau aktivitas keberangkatan kapal rute Nunukan-Tawau, Malaysia.


Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM - Bagi sebagian warga Sebatik, Kalimantan Timur, berdagang dengan Tawau, Malaysia, lebih menguntungkan ketimbang Indonesia.

Setidaknya, begitulah menurut Camat Sebatik Timur Baharuddin Sutte. Menurut Pak Camat, dari segi biaya transportasi dan waktu, warga Pulau Sebatik sangat diuntungkan jika harus menjual hasil alamnya ke Tawau, Malaysia.

Untuk berjualan ke Tawau, warga cukup menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari Pulau Sebatik. Biaya transportasi untuk mengangkut hasil bumi juga lebih rumah.

"Sebenarnya ini cukup menguntungkan. Karena terus terang saja kita belum punya pasar untuk menjual hasil bumi. Kita masih terbatas. Kalau tidak, ini mau dibawa kemana? Untunglah ada pemasaran di Tawau dengan waktu 15 menit bisa dibawa ke sebelah," ujarnya seperti dilaporkan Tribun Kaltim (TRIBUNnews.com Network).

Ia mengatakan, jika hasil bumi ini dijual keluar Tawau, keuntungan yang diperoleh petani tentu lebih kecil. Sebab mereka harus mengeluarkan biaya transportasi lebih besar.

"Kalau harus dijual ke Nunukan atau Tarakan, berapa besar biaya transportasinya? Belum lagi waktunya lama, nanti sempat busuk. Seperti kelapa sawit, itu hanya dalam hitungan beberapa saat sudah rusak, tidak ada harga," katanya.

Halaman123
Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas