• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribunnews.com

Menyusuri Hutan Gaib Tempat Nyasar Bus Pahala Kencana

Rabu, 27 Juni 2012 22:34 WIB
Menyusuri Hutan Gaib Tempat Nyasar Bus Pahala Kencana
TRIBUN JOGJA/IKROB DIDIK IRAWAN
Jalan kecil yang menghubungkan desa Kedungbacin dengan Desa Kali Nanas di tengah hutan Mbogan. Di lokasi inilah dua truk tronton dan bus pahala kencana tersesat

Laporan Wartawan Tribun Jogja/Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWS.COM, BLORA – Kejadian kendaraan nyasar di tengah hutan Mbogan, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Blora, ternyata acap kali terjadi. Namun peristiwa Kamis (22/6/2012) kemarin adalah yang paling aneh karena yang nyasar adalah dua buah truk tronton pengangkut semen cair dan bus Pahala Kencana sarat penumpang hingga membuat masyarakat gempar.

Kedungbacin sebenarnya hanyalah sebuah desa kecil yang berpenduduk sekitar 3 ribu jiwa. Jarak antara satu rumah dengan rumah lain cukup berjauhan. Rumah-rumah warga pun hanya terbuat dari kayu, bukan pondasi batu bata. Desa ini dikelilingi oleh hutan jati. Untuk menjangkaunya butuh perjuangan ekstra bagi kendaraan karena kondisi jalan berasapal sudah rusak parah, tinggal batu-batu besar yang menjulang di jalan.

Pun demikian dengan jalan di tengah hutan tempat truk tronton dan bus Pahala Kencana nyasar. Jalan itu adalah jalan utama yang menghubungkan antara Desa Kedungbacin dan Desa Kali Nanas.

Jalan hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter saja. Bahkan jika sebuah mobil bak terbuka ukuran kecil melintas dan berpapasan dengan motor, salah satu harus mengalah menepi.

“Desa ini jauh dari jalan raya. Jalannya juga tak bercabang-cabang. Tapi kenapa sering ada orang yang nyasar sampai di alas Mbagon ini,” kata Puji Supar, warga Kedungbacin.

Menurut pria berbadan agak tambun ini, kejadian kendaraan nyasar di tempat itu bukanlah yang kali pertama. Sebelum menimpa truk dan bus nahas kemarin, beberapa hari sebelumnya sebuah mobil keluarga yang hendak ke Blora Kota juga nyasar sampai di hutan Mbogan. “Pas ditanya, sopirnya juga malah bingung. Kok bisa sampai di sini (hutan Mbogan),” kata pria paruh baya ini terheran-heran.

Namun kasus yang paling banyak terjadi adalah kasus motor tersesat. Bahkan jumlahnya tak terhitung.

Pria yang akrab disapa Supar ini melanjutkan, rata-rata mereka yang tersesat adalah penduduk dari luar daerah. Orang luar daerah biasanya lewat jalan itu untuk menuju ke desa-desa diseberang desa Kedungbacin. Mereka ada yang tersesat di tengah hutan, tengah sawah, hingga ke pemakaman.

“Makanya, kadang banyak orang luar daerah tak berani kalau malam-malam melintas. Mereka takut tersesat. Kalau warga sekitar sudah terbiasa,” kata Supar lagi. 

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
672151 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas