• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Sulsel

Sabtu, 7 Juli 2012 02:03 WIB

Banjir Rendam Tiga Kabupaten di Sulsel
DOK TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, SIDRAP - Hujan dengan curah sedang yang melanda kawasan Teluk Bone, sebelah tenggara Sulawesi Selatan dalam sepekan terakhir, memicu banjir di tiga kabupaten.

Banjir diperparah dengan luapan dua sungai besar, Sungai Tanru Tedong (Sidrap) dan Sungai Walanae (Wajo), serta Danau Tempe di perbatasan Wajo, Sidrap, dan Soppeng.

Akibatnya, belasan kecamatan dan pemukiman warga terendam air bah. Di Luwu, tiga sungai utama Sungai Cimpu, Larompong, dan Suli juga dilaporkan tak bisa lagi menampung air, sehingga meluap ke rumah-rumah warga di empat kecamatan.

Otoritas pertanian dan penanggulangan bencana di tiga kabupaten terus memperbarui data, terkait dampak dan kerugian materil bencana ini.
Aparat kepolisian, TNI, dan tim siaga bencana, belum melansir data korban jiwa atau luka akibat bencana ini.
 
Dinas kesehatan level kabupaten dan kecamatan dibantu organisasi tanggap bencana dari PMI, Tim Tanggap Bencana Nasional (Tagana), serta Satgas BNPB dari Dinas Sosial kabupaten, juga mendirikan tenda dan posko kesehatan darurat.

Warga mengungsi, ribuan hektare sawah di lumbung padi Sulsel terancam gagal panen di musim tanam tengah tahun ini. Berdasarkan data resmi, sekitar 3.000 hektare lahan padi di Sidrap terancam gagal panen.

Dari Tanrutedong, Sidrap, air bah yang menyerang sejak Jumat (6/7/2012) dini hari hingga sore, melumpuhkan tranportasi darat dari wilayah Parepare, Sidrap, Wajo, menuju Luwu dan Palopo.

Sedikitnya tiga kecamatan di bagian timur Kabupaten Sidrap, masing-masing Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase, terendam air bercampur lumpur. Air bah baru diperkirakan surut akhir pekan ini.

Kepala Dinas Pertanian Sidrap Amiruddin, yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, kondisi terparah terjadi di Dua Pitue, di mana banjir merendam hingga 3.000-an hektare sawah.

"Kami belum bisa menghitung kerugian, karena padi baru dinyatakan gagal panen jika sudah terendam air selama dua hari berturut turut," jelasnya kepada Tribun. (*)

BACA JUGA

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
700792 articles 0 0
Default
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas