Rabu, 5 Agustus 2015
Tribunnews.com

Sekolah Swasta Terpuruk, Ada Yang Hanya Didaftar 9 Orang

Selasa, 10 Juli 2012 08:18 WIB

Sekolah Swasta Terpuruk, Ada Yang Hanya Didaftar 9 Orang
TRIBUNJOGJA.COM/BRAMSTO ADHY
Verifikasi calon siswa baru

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti fatimah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Keberadaan sekolah swasta makin terpuruk dengan berkurangnya peserta didik baru untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Berkurangnya jumlah siswa diduga karena adanya sekolah negeri yang melanggar aturan dengan menambah jumlah rombongan belajar (rombel) dari ketetapan.

Akibatnya, banyak sekolah swasta yang biasanya mendapat siswa hingga enam kelas, menjadi dua kelas. Bahkan ada yang baru menerima pendaftaran hanya sembilan orang siswa.

Kondisi ironis ini ditegaskan Kepala SMA BPI 1, Budi Utomo. Menurut dia, tahun lalu SMA BPI 1 menerima peserta didik baru sampai 340 siswa atau sembilan kelas. Namun tahun ini hanya 273 siswa. Meski tetap sembilan kelas, jumlah siswa per kelasnya menjadi berkurang.

Ia juga menyebutkan kondisi serupa yang dialami SMA BPI 2 yang biasanya menerima siswa baru hingga enam krlas, tapi tahun ini hanya menerima dua kelas. "Bukan hanya BPI. Banyak sekolah swasta lain yang kondisinya sama, jumlah per kelas semakin kurus. Karena siswanya sangat sedikit, bayangkan saja, menurunnya sangat drastis," katanya saat dihubungi melalui telepon, Senin (9/7/2012).

Budi menyebutkan, ada sebuah sekolah yang baru menerima 39 siswa atau satu kelas saja. Kondisi ini rata-rata dialami oleh sekolah swasta, terutama pada tahun ajaran ini, meski sebenarnya kondisi kekurangan siswa sudah terjadi beberapa tahun belakangan. Namun kondisi parah sangat dirasakan pada tahun ajaran 2012/2013. Menurutnya, dugaan kekurangan siswa karena ada komitmen atau aturan yang tidak dijalankan oleh sekolah negeri.

"Kalau yang saya lihat, sebelumnya ada komitmen dengan sekolah negeri bahwa hanya menerima sembilan rombel. Tapi kenyataannya, sangat membunuh (sekolah) swasta, banyak sekolah negeri lebih dari sembilan rombel bahkan sampai 13 rombel dan yang keterlaluan ada yang sampai 15 rombel. Ini berarti tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan," kata Budi.

Halaman123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas